Berdzikir merupakan bekal untuk Kehidupan Akhirat
Assalamualaikum wr.wb
Sungguh seorang mukmin adalah orang yang sangat concern terhadap mujahadah (usaha-usaha sungguh) dirinya agar bisa mengalahkan hawa nafsunya. Ada saatnya dia berhasil meluruskan bengkoknya dan mematahkan kehendak nafsunya semata-mata karena cinta pada Allah. Pada saat yang lain kadang-kadang dirinya dikalahkan sehingga dia mengikuti hawa nafsunya, lalu Allah swt. menyadarkannya dan menyelamatkannya sehingga ia sadar kembali, menangisi dosanya, dan mohon taubat. Maka bertambahlah marifat dan pemahamannya lamntaran bertambah rasa takutnya pada Allah swt.
Dzikir adalah pernyataan bahwa kita sangat berhajat kepada Allah swt. dalam memperoleh sesuatu yang kita kehendaki. Berdzikir merupakan perhambatan diri kepada Allah disertai ketundukan jiwa kepada-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah asw: Dzikir itu adalah hatinya ibadah (HR.Bukhary). ini berarti bahwa dalam beribadah seseorang memperlihatkan perhambatan kepada Allah Yang Maha Besar, sangat berhajat kepada-Nya semua hamba-hamba-Nya. Allahlah tempat memohon sedang si hamba yang hina dina dan selalu kekurangan mengharapkan ampunan dan bantuan dengan ungkapan istighfar dan dzikir.
Kebanyakan manusia tidak mempelajari ataupun melaksanakan apa yang Allah perintahkan tentang Dzikir tetapi sekedar mengetahui dari informasi yang didapat dari sana sini. Sebaliknya, bagi orang yang berpikir, Dzikir memiliki kedudukan dan peranan yang sangat besar dalam kehidupannya.Pertama-tama, orang yang “berpikir” ingin mengetahui tentang Pencipta yang telah menciptakan dirinya dan jagad raya di mana ia tinggal dari ketiadaan, yang telah memberinya kehidupan ketika dirinya belum berwujud, dan yang telah menganugerahkan kepadanya nikmat dan keindahan yang tak terhitung jumlahnya; dan ia pun mempelajari tentang bentuk-bentuk perbuatan yang diridhai Allah.
Ketika manusia terjerumus dalam kesyirikan dengan tidak pernah berdzikir dalam sejarah umat terdahulu, Allah mengutus para Rasul-Nya untuk meluruskan kaum mereka agar mau menyembah Allah sebagai satu-satu Dzat yang patut diagungkan. Gambar ini terlukis dalam surat An-Nahl ayat 36: “Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu’, maka diantara umat itu ada orang-orang yang di beri petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka bejalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”.
Wassalamualaikum wr.wb
Assalamualaikum wr.wb
Sungguh seorang mukmin adalah orang yang sangat concern terhadap mujahadah (usaha-usaha sungguh) dirinya agar bisa mengalahkan hawa nafsunya. Ada saatnya dia berhasil meluruskan bengkoknya dan mematahkan kehendak nafsunya semata-mata karena cinta pada Allah. Pada saat yang lain kadang-kadang dirinya dikalahkan sehingga dia mengikuti hawa nafsunya, lalu Allah swt. menyadarkannya dan menyelamatkannya sehingga ia sadar kembali, menangisi dosanya, dan mohon taubat. Maka bertambahlah marifat dan pemahamannya lamntaran bertambah rasa takutnya pada Allah swt.
Dzikir adalah pernyataan bahwa kita sangat berhajat kepada Allah swt. dalam memperoleh sesuatu yang kita kehendaki. Berdzikir merupakan perhambatan diri kepada Allah disertai ketundukan jiwa kepada-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah asw: Dzikir itu adalah hatinya ibadah (HR.Bukhary). ini berarti bahwa dalam beribadah seseorang memperlihatkan perhambatan kepada Allah Yang Maha Besar, sangat berhajat kepada-Nya semua hamba-hamba-Nya. Allahlah tempat memohon sedang si hamba yang hina dina dan selalu kekurangan mengharapkan ampunan dan bantuan dengan ungkapan istighfar dan dzikir.
Kebanyakan manusia tidak mempelajari ataupun melaksanakan apa yang Allah perintahkan tentang Dzikir tetapi sekedar mengetahui dari informasi yang didapat dari sana sini. Sebaliknya, bagi orang yang berpikir, Dzikir memiliki kedudukan dan peranan yang sangat besar dalam kehidupannya.Pertama-tama, orang yang “berpikir” ingin mengetahui tentang Pencipta yang telah menciptakan dirinya dan jagad raya di mana ia tinggal dari ketiadaan, yang telah memberinya kehidupan ketika dirinya belum berwujud, dan yang telah menganugerahkan kepadanya nikmat dan keindahan yang tak terhitung jumlahnya; dan ia pun mempelajari tentang bentuk-bentuk perbuatan yang diridhai Allah.
Ketika manusia terjerumus dalam kesyirikan dengan tidak pernah berdzikir dalam sejarah umat terdahulu, Allah mengutus para Rasul-Nya untuk meluruskan kaum mereka agar mau menyembah Allah sebagai satu-satu Dzat yang patut diagungkan. Gambar ini terlukis dalam surat An-Nahl ayat 36: “Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu’, maka diantara umat itu ada orang-orang yang di beri petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka bejalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”.
Wassalamualaikum wr.wb
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Hadiah Rasulullah saw. untuk sahabat yang mampu Shalat dengan KHUSYU, Semoga Bermanfaat ...
Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
