Khasiat Al-fatihah baca sehabis shalat lima waktu | INFO UHUY

Khasiat Surat Al-fatihah baca sehabis shalat lima waktu

Al-Fatihah merupakan satu-satunya surah yang dipandang penting dalam salat. Salat dianggap tidak sah apabila pembacanya tidak membaca surah ini.[4] Dalam hadits dinyatakan bahwa salat yang tidak disertai al-Fatihah adalah salat yang "buntung" dan "tidak sempurna".[5] Walau begitu, hal tersebut tidak berlaku bagi orang yang tidak hafal Al-Fatihah. Dalam hadits lain disebutkan bahwa orang yang tidak hafal Al-Fatihah diperintahkan membaca:

    "Maha Suci Allah, segala puji milik Allah, tidak ada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah."[6]

Dalam pelaksanaan salat, Al-Fatihah dibaca setelah pembacaan Doa Iftitah dan dilanjutkan dengan "Amin" dan kemudian membaca ayat atau surah al-Qur'an (pada rakaa'at tertentu). Al-Fatihah yang dibaca pada rakaat pertama dan kedua dalam salat, harus diiringi dengan ayat atau surah lain al-Qur'an. Sedangkan pada rakaat ketiga hingga keempat, hanya Al-Fatihah saja yang dibaca.[7]

Disebutkan bahwa pembacaan Al-Fatihah seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad adalah dengan memberi jeda pada setiap ayat hingga selesai membacanya[8], misal:

    Bismillāhir rahmānir rahīm (jeda) Alhamdu lillāhi rabbil ʿālamīn (jeda) Arrahmānir rahīm (jeda) Māliki yaumiddīn (jeda) dan seterusnya.

Selain itu, kadang bacaan Nabi Muhammad pada ayat Maliki yaumiddīn dengan ma pendek dibaca Māliki yaumiddīn dengan ma panjang.[9]

Dalam salat, Al-Fatihah biasanya diakhiri dengan kata "Amin". "Amin" dalam salat Jahr biasanya didahului oleh imam dan kemudian diikuti oleh makmum. Pembacaan "Amin" diharuskan dengan suara keras dan panjang.[10] Dalam hadits disebutkan bahwa makmum harus mengucapkan "amin" karena malaikat juga mengucapkannya, sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa "amin" diucapkan apabila imam mengucapkannya.[11]

Pembacaan Al-Fatihah dan surah-surah lain dalam salat ada yang membacanya keras dan ada yang lirih. Hal itu tergantung dai salat yang sedang dijalankan dan urutan rakaat dalam salat. Salat yang melirihkan seluruh bacaannya (termasuk Al-Fatihah dan surah-surah lain) dari awal hingga akhir salat, disebut Salat Sir (membaca tanpa suara). Salat Sir contohnya adalah Salat Zuhur dan Salat Ashar dimana seluruh bacaan salat dalam salat itu dilirihkan. Selain salat Sir, terdapat pula salat Jahr, yaitu salat yang membaca dengan suara keras. Salat Jahr contohnya adalah salat Subuh, salat Maghrib, dan salat Isya'. Dalam salat Jahr yang berjamaah, Al-Fatihah dan surah-surah lain dibaca dengan keras oleh imam salat. Sedangkan pada saat itu, makmum tidak diperbolehkan mengikuti bacaan Imam karena dapat mengganggu bacaan Imam dan hanya untuk mendengarkan. Makmum diperbolehkan membaca (dengan lirih) apabila imam tidak mengeraskan suaranya.[11] Sementara dalam Salat Lail, bacaan Al-Fatihah diperbolehkan membaca keras dan diperbolehkan lirih, hal ini seperti yang tertera dalam hadits:

    "Rasulullah bersabda, "Wahai Abu Bakar, saya telah lewat di depan rumahmu ketika engkau salat Lail dengan bacaan lirih." Abu Bakar menjawab, "Wahai Rasulullah, Dzat yang aku bisiki sudah mendengar." Beliau bersabda kepada Umar, "Aku telah lewat di depan rumahmu ketika kamu salat Lail dengan bacaan yang keras." Jawabnya, "Wahai Rasulullah, aku membangunkan orang yang terlelap dan mengusir setan." Nabi SAW. bersabda, "Wahai Abu Bakar, keraskan sedikit suaramu." Kepada Umar beliau bersabda, "Lirihkan sedikit suaramu."[12]
http://infouhuy.blogspot.com/

Cara-caranya:
  • Shubuh Al-fatihah 30x.
  • Dhuhur Al-fatihah 25x.
  • Ashar Al-fatihah 20x.
  • Maghrib Al-fatihah 15x.
  • Isya' Al-fatihah 10x.

Khasiatnya: 
  • Terang hatinya,
  • Lapang rejekinya,
  • Di berikan kemudahan masalahnya,
  • Hilang susahnya,
  • Tercapai cita-citanya,
  • Mulya dan berwibawa,
  • Tinggi derajatnya,
  • Di berikan keberkahan,
  • Dapat pertolongan,
  • Di kasihi,
  • Di jaga diri dan hartanya,
  • Baik anak istrinya,
  • Hidup tentram dan bisa melihat alam ghaib.

Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Manfaat Membaca AL-QURAN dan Kesehatan, Semoga Bermanfaat ..

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 13:01

Hukum dalam Agama Islam | INFO UHUY

Hukum dalam Agama Islam 

Assalamualaikum wr.wb

Hukum Islam Terbagi menjadi Tiga bagian :

HUKUM SYARA

1. Hukum Syara’ yaitu (Khithobulloh) artinya: perintah Hukum dari Allah SWT.

Khithob terbagi dua :

a. Khithob Taklip artinya perintah dari Allah bagi orang yang mukallap yaitu orang yang sudah baligh dan berakal.

b. Khithob Wad’i yaitu suatu Hukum yang ada di dalam Khithob Taklip sehingga tidak berpisah antara Khithob Taklip dan Khithob Wad’i, istilah ini semua disebut Hukum Syara’.

PEMBAGIAN HUKUM SYARA‘ (KHITHOBTAKLIP)

Hukum Syara’ terbagi menjadi lima :

Wajib menurut Syara’.

Artinya : Suatu perkara yang mendapat pahala bila dikerjakan dan berdosa bila ditinggalkan. Seperti meninggalkan sholat, zakat bagi orang yang wajib zakat dan segala sesuatunya yang wajib.

Haram menurut Syara’.

Artinya : Perkara yang mendapat dosa bila dikerjakan, dan mendapat pahala bila tinggalkan. Seperti mengambil barang orang lain, memperlihatkan aurat wanita dihadapan laki-laki lain dan segala apa yang diharamkan.

Sunat menurut Syara’.

Artinya : Perkara yang diberi pahala bila dikerjakan, dan tidak berdosa bila ditinggalkan, seperti : Shalat Sunat, Puasa Sunat, dan apa yang disunatkan.

Makruh menurut Syara’.

Artinya : Perkara yang mendapat pahala bila ditinggalkan, dan tidak jadi dosa bila dikerjakan. Seperti makan bau-bauan, dan sebagainya.

Makruh suatu anjuran yang sebaiknya ditinggalkan. Adapun makruh terbagi dua :

a. Makruh Tanjih yaitu makruh biasa, berpahala ditinggalnya, tak berdosa dikerjakannya.

b. Makruh Tahrim yaitu suatu pekerjaan yang mendekati Haram.

Mubah menurut Syara’.

Artinya : Suatu pekerjaan yang boleh dipilih. Tidak berpahala bila dikerjakan dan tidak berdosa bila ditinggalkan. Contohnya seperti tidur, makan, minum dsb.

PEMBAGIAN HUKUM SYARA’ (KHITHOB WAD’I)

Khithob Wad’i yaitu hukum Syara’ pula. Khithob Wad’i terbagi menjadi lima bagian :

Sohih artinya Lulus. Yaitu suatu hukum yang sudah lengkap persyaratan dan Rukun, Contoh seperti dalam Sholat sudah kumplit Syarat Rukunnya. Sholat itu disebut Sohih, atau Syarat Rukun Pertikahan sudah ada seperti calon istri dan calon suami, Wali, Saksi, terus dilaksanakan ini disebut Sohih.

Pasid artinya Rusak yaitu, suatu Hukum yang tidak Lulus karena ada yang rusak seperti, tidak sah Shalat, karena tidak sah Wudlunya. Tetapi ada lagi yang disebut BATAL. Contoh seperti kita punya wudlu lalu datang Hadas seperti kentut, maka wudlunya itu batal karena Hadas dsb.

Syarat yaitu, suatu perkara yang ditunggu, sehingga suatu hukum yang tidak bisa dilaksanakan bila tidak ada Syarat. Contoh Sholat tidak sah bila tidak dilaksanakan syarat-syaratnya.

Sebab yaitu, sifat yang menetapkan Hukum. Contoh Arak itu hukumnya haram. Sebab arak itu memabukkan, disini bisa dilihat arak itu haram karena ada sebab yaitu menjadikan mabuk, makanya Ulama-Ulama membuat suatu hukum yang di ambil dari NAS AL-QUR’AN dan HADIST dan sudah menjadi kesimpulan dalam Ilmu Manti/Ilmu Logika yang bunyinya (Kulu musykir Haramun) artinya setiap suatu perkara yang memabukkan maka hukumnya haram.

Maniun artinya ada Halangan atau suatu sifat yang mencabut hukum. Contoh Sholat itu wajib hukumnya, lalu datang Haid/Halangan bulan bagi wanita maka hukumnya wajib sholat itu menjadi tidak wajib karena ada halangan bulan yaitu Haid.

HUKUM ADAT

Adat artinya suatu pekerjaan yang sudah dibiasakan oleh manusia, atas suatu pekerjaan yang sudah berulang kali dikerjakan oleh manusia.

Ukum adat terbagi empat bagian:

1. Mengkaitkan ada pada ada, seperti mengkaitkan adanya kenyang karena adanya makan. Dalam Hukum Adat semuanya bersifat mukmin, karena semuanya ada dalam kodrat irodat Allah SWT. bisa kita buktikan. Setiap buah-buahan itu Bundar tetapi tidak semua Buah-buahan bundar ada juga yang benjol. Contoh anak yang sakit tidak bisa kesekolah, tetapi ada anak-anak yang sakit pergi kesekolah, jadi dalam Hukum adat itu tidak mutlak.

2. Mengkaitkan tidak pada tidak ada. Seperti mengkaitkan tidak adanya kenyang karena tidak adanya makan, dsb.

3. Mengkaitkan ada pada tidak ada. Seperti adnya dingin karena tidak ada selimbut dsb.

4. Meningkatkan tidak ada pada ada. Seperti mengkaitkan, tidak pergi kesekolah karena adanya sakit.

HUKUM AQAL

Hukum aqal ada tiga :

1. Wajib menurut Aqal.

Artinya : Sesuatu perkara yang tidak dimengerti oleh aqal tidak adanya. Seperti sifat wujud bagi Allah dan semua sifat yang 20 bagi Allah, semuanya wajib menurut aqal.

2. Mustahil menurut aqal.

Artinya : Sesuatu perkara yang tidak dimengerti oleh aqal adanya. Seperti lawannya WUJUD-ADAM. Wujud : ada. Adam : tidak ada. Jadi adanya sifat ADAM bagi Allah tidak dimengerti oleh aqal, karena menurut aqal Allah itu tetap ada. Contohnya semua lawannya sifat yang 20 bagi Allah SWT.

3. Wenang menurut aqal.

Artinya : Suatu perkara yang dimengerti adanya dan tidak adanya. Contohnya seperti Allah membuat Alam, atau Mahluk atau seseorang yang punya anak atau tidak mempunya anak, ini wenang menurut aqal, karena Alam dibuat oleh Allah SWT.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Madzhab IMAM MALIK, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 11:13

Apakah dengan Bersedekah Hidup kita Akan menjadi Berkah ?

Apakah dengan Bersedekah Hidup kita Akan menjadi Berkah ?

Assalamualaikum wr.wb

Sedekah adalah amalan istimewa berdimensi ganda, akhirat sekaligus dunia. Ia tidak saja menunjukan kecerdasan intelektual dan spritual, tetapi juga sosial. Ia menyimpan energi “misterius” dalam menggerakkan orang meraih sukses, hidup bahagia, rezeki lapang, juga menangkal kesulitan dan bencana.

Namun kenyataannya banyak orang yang lalai untuk bersyukur, padahal mereka telah mendapatkan banyak anugrah dari Allah. Salah satu cara bersyukur yang tepat dan nyata adalah dengan bersedekah. Bersedekah menyadarkan kita , bahwa harta yang terdapat pada diri kita, sesungguhnya tidak seluruhnya merupakan hak kita, namun hak orang lain. Harta yang menjadi orang lain itu perlu disampaikan kepada yang berhak, dengan cara bersedekah. Sayangnya banyak orang yang malas bersedekah dengan berbagai alasan. “untuk apa saya berikan harta saya kepada orang-orang yang tidak berjasa kepada saya ?”.

Sedekah bukan membuang harta, tenaga dan pikiran, dengan percuma. Ia juga tidak melulu terkait dengan harta-benda atau uang berjuta-juta. Tapi, ia merupakan energi cinta. Begitu banyak orang sukses, bahagia, dengan beribu-ribu jalan sedekah. Sedekah telah mengubah nasib mereka. Sedekah bagi mereka memiliki daya dorong dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Mereka telah membuktikan bahwa bersedekah merupakan salah satu jalan meraih kesuksesan.

“setiap persendian manusia wajib disedekahi, setiap hari yang padanya matahari terbit. Beliau bersabda, “Mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, “(Mengucapkan) kalimat yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang dia berjalan menuju masjid untuk shalat adalah sedekah” (HR. Al-abaukhari dan Muslim)

Hadist di atas menyerukan perlunya bersedekah dengan berbagai cara, karena sesunggunya perbuatan yang baik dianggap sedekah. Setiap sendi yang terdiri dari tulang dan persendan pada manusia tersusun secara indah dan merupakah anugrah paling besar dari Allah swt. kebesaran dan keagungan Allah dalam menciptakan makhluk itu terbaik itu tidak akan disadari, kacuali seseorang telah kehilangan nikmat. Untuk itu, bersyukur adalah satu-satunya jalan agar Allah tetap berkenan dengan anugrah tersebut.

Inilah pesan penting yang hendaknya tidak dilupakan oleh umat Islam. Namun seharusnya, kita bersedekah karena tulus dan ikhlas, dengan niat ibadah dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan, bukan karena status sosial, popularitas, bagian gaya hidup hura-hura, dan seterusnya. Justru, dengan sedekah itu kitasedang membersihkan harta kita dari hak-hak orang lain yang “nyangkut” dalam harta kita dan mengembalikannya kepada mereka. Lebih penting lagi, sesungguhnya tanpa dasar harta yang kita sedekahkan itu tidak hilang, tetapi menjadi pinjaman bagi Allah dan akan diganti-Nya dengan lipatganda.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Membudayakan Silaturahmi, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:42

Membudayakan Silaturahmi | INFO UHUY

Membudayakan Silaturahmi

Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah artikel lanjutan kemarin yaitu Keutamaan Silaturahmi sudah selesai. Nah, kali ini saya membuat arikel tentang Membudidayakan Silaturahmi. Langsungsaja kita simak isi artikel ini. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.. Cara berziarah atau bersilaturahmi menurut sunnah Nabi ialah, setelah pulang dari sholat Ied, kita mendahulukan berziarah kepada orang tua, lalu kepada anak famili kemudian kepada para guru kita. Bila orang tua berjasa kepada kita dengan melahirkan serta memelihara kita selama dalam pertumbuhan, dan para sanak famili ikut serta membantu dalam hal tersebut, maka para gurupun tidak kurang jasanya kepada kita karena merekalah yang memberikan pendidikan ruhaniah kita. Setelah kita bersilaturahmi kepada mereka, lalu kita pun hendaknya juga bersilaturahmi kepada para pinisepuh serta handai taulan pada umumnya.

Terlepas dari masalah kaya atau miskin, pandai atau setengah pandai, tinggi atau rendah jabatan, kita harus memperhatikan masalah ziarah atau silaturahmi tersebut. Meskipun perjalanan yang harus ditempuh untuk bersilaturahmi jauh dan sulit tapi kita juga hendaknya tetap berusaha, apalagi kalau jaraknya hanya dekat dan mudah dijangkau untuk bersilaturahmi.

Silaturahmi “yang baik” sebenarnya ialah dengan datang sendiri dan tidak dengan perantaraan kartu yang bertuliskan beberapa kalimat atau gambar-gambar, apalagi kalau gambarnya kurang sesuai dengan norma. Dengan mengirim kartu seperti itu terkadang pengirim merasa lebih baik dan lebih praktis sehingga merasa tidak perlu lagi untuk bersilaturahmi kepada orang yang telah dikirim kartu tersebut.

Iedul Fitri sebagaimana diterangkan di atas, apakah do’a atau taubat seseorang itu akan diterima hanya cukup dengan mengucapkan kalimah istighfar saja ? Jika terhadap huququllah atau hak-hak Allah , insya Allah telah cukup dengan seperti itu, asal saja disertai dengan penyesalan atas dosa yang telah dilakukan dan dibarengi dengan niat tidak mengulang perbuatan tersebut. Akan tetapi terhadap huququl abdi, tidak cukup hanya seperti itu, tetapi harus disertai keridhaan yang bersangkutan.

Dalam hubungannya dengan ini, maka pada waktu kita melakukan silaturahmi apalagi dalam suasana Iedul Fitri, disamping saling memaafkan hendaknya juga meminta dihalalkan atau direlakan atau halal bi halal, terhadap hal-hal yang berkaitan dengan huququl abdi atau hak adami. Sebab bahagianya seseorang itu, ditentukan pula oleh beres atau tidaknya dalam memenuhi hak-hak adami.

Pelanggaran terhadap hak-hak adami dapat menghalangi untuk bisa diterima taubat dan dikabulkan do,a seseorang. Abu Hurairah pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah pada suatu ketika setelah membacakan beberapa ayat lalu berkenan menceritakan kisah seseorang dalam keadaan serba seperti wali yang ahli siasah, merantau dan seorang Ibu berdo’a : “Ya, Rabbi, Ya Rabbi, tetapi makanan dan minuman serta pakaian adalah dihasilkan dari barang haram. Terhadap orang seperti ini Nabi berkomentar: Bagaimana mungkin do’a nya dikabulkan”

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Keutamaan Bersilaturahmi, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:41

Keutamaan Bersilaturahmi | INFO UHUY

Keutamaan Bersilaturahmi

Assalamualaikum wr.wb

Selama sebulan kita berpuasa Ramadhan dan diakhiri Idul Fitri; kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, apakah puasa kita benar-benar berpengaruh pada keadaan dan jiwa kita sebagai perisai atau tameng terhadap nafsu yang sering menyesatkan kehidupan kita ? sesudah kamu diwajibkan berpuasa agar bertaqwa. Benarkah kita sudah menjadi orang yang bertaqwa ?

Tazaawur atau saling berziarah merupakan cara yang aling praktis untuk bersilaturahmi, dan sesuai dengan adab Islam, sebab dengan tazaawur tersebut akan kita dapatkan beberapa keutamaan disamping juga mempererat hubungan dan ukhuwah dengan mereka yang kita ziarahi atau kita kunjungi itu. Rasulullah s.a.w. bersabda :

(Bukankah sebaiknya kalian saya tunjukan suatu pekerjaan yang bila kalian kerjakan maka menjadi saling berkasihan, yakni, ratakanlah hormat dan salam antara sesama kalian). Salah satu ciri dari seorang Muslim, bila mereka saling bertemu dengan sesamanya akan mengucap kalimat salam. Namun, mengapa tata adab Islam ini nampak banyak dilupakan oleh sebagian kaum Muslimin sendiri, bahkan ada yang berusaha mengganti kalimat salam dengan kalimat-kalimat lain diluar tuntunan Islam, sehingga arti salam itu hilang.

Atau keutamaan berjabat tangan, seperti tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Barra’ bahwa Rasulullah bersabda :

(kedua muslim bertemu dan berjabat tangan , pasti dosa mereka diampuni sebelum keduanya berpisah). Berjabatan tangan yang dimaksud adalah berjabatan tangan secara Islam, sebagaiman yang diajarkan Rasulullah s.a.w.

Sesungguhnya masih banyak fadhilah-fadhilah silaturahmi, sedang apa yang sempat dikemukakan di atas hanyalah sebagai gambaran saja. Dengan demikian jelaslah, bahwa bersilaturahmi dan saling kunjung-mengunjungi sangat bermanfaat dan penting sekali. Namun demikian kita masih sering melihat sebagian dari kita yang merasa enggan bahkan tidak mau berziarah, bersilaturahmi atau saling kunjung-mengunjungi, melainkan lebih senang tetap tinggal di rumah , bagaikan ka’bah yang selalu di kunjungi banyak orang, tapi tidak perbah berkunjung. Lebih dari itu, bahkan ada yang merasa akan jatuh dengsi jika sampai berkunjung ketempat tentangga , kerumah sanak family atau ke rumah yang pernah menjadi gurunya. Sikap seperti ini patut disayangkan, apalagi kalau sampai dimiliki oleh seorang pemimpin yang menjadi tauladan, stidak-tidaknya bagi yang dipimpin, atau pendidik yang akan ditiru oleh anak didiknya.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Kewajiban Orang Tua dalam Keluarga yang Islami, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:36

Kewajiban Orang Tua dalam Keluarga yang Islami | INFO UHUY


Assalamualaikum wr.wb
Kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya, dengan harapan usaha identifikasi pendidikan dalam keluarga yang Islami, yang dilaksanakan dalam serba keterbatasan waktu , dapat lebih disempurnakan dengan semaksimal mungkin dan mudah-mudahan artikel kali ini bisa menjadi referensi buat pembaca setia batararayamedia.com. selamat membaca. Semoga bermanfaat..

Kewajiban dan tanggung jawab orang-tua itu antara lain sebagai berikut :

  • Memenuhi kebutuhan primer: pangan, sandang dan papan.
  • Menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah s.w.t.
  • Menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang positif.
  • Menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad s.a.w., cinta kepada keluarga dan senang membaca Al Qur’an.
  • Melatih pelaksanaan rukun islam.
  • Melatih pelaksanaan perilaku beribadah lainnya.
  • Membina akhlak yang mulia.
  • Melatih adab sopan-santun yang Islami.
  • Mengajar dan melatih berdo’a serta usaha selalu mendekatkan diri kepada Allah Maha Pencipta.
  • Memperkembangkan potensi yang terdapat dalam diri anak, seperti kecerdasan, bakat dan minatnya.
  • Melatih bekerja dan mencintai kerja serta pemilihan watak yang mandiri.
  • Mempersiapkan masa depan anak sesuai dengan phase perkembangan dan sifat kediriannya.
  • Melatih hidup bermasyarakat dalam proses sosialisasi.
  • Membina kesehatan mental seluruh anggota keluarga.
  • Memelihara kesehatan jasmani.
  • Melatih kecakapan berenang dan kemampuan membela diri.
  • Merangsang anak untuk berbuat kreatif, positif dan konstruktif.
  • Membina hubungan yang harmonis antara anggota keluarga.
  • Memberikan kasih sayang, teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari, dan bersikap adil kepada anak-anaknya.
  • Last but not least menanamkan rasa cinta bangsa dan tanah air menjadikannya warga negara yang baik, serta menghayati dan mengamalkan pancasila.
Wassalamualaikum wr.wb
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Fakta Perubahan Istilah Keluarga dari Timur ke Barat, Semoga Bermanfaat ... 
Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:33

Fakta Perubahan Istilah Keluarga dari Timur ke Barat | INFO UHUY


Assalamualaikum wr.wb
Apabila disimak dengan seksama dewasa ini di Indonesia terutama di kota-kota besar, sedang terjadi suatu pergeseran pengertian keluarga yang cukup mendasar. Yang semula pengertian keluarga berdasarkan nasab dan pertalian darah beralih ke bentuk keluarga yang lebih mengutamakan privacy, yang hanya terdiri dari ayah, ibu, anak. Dengan kata lain pengertian “muhrim” dan “dzawil qurba” yang tercantum dalam Al-Qur’an (An Nur: 22; dan sebagainya) yang menjadi dasar kehidupan keluarga yang islami, semakin lama akan semakin kabur. Makna keluarga di gantikan dengan pengertian istilah “family” yang berasal dari barat, yang membatasi diri hanya pada dua generasi yakni orangtua dan anak, paling-paling ditambah dengan hadirnya kakek atau nenek.

Dengan berubahnya struktur atau bangunan dasar keluarga membawa akibat berubah pula bentuk pendidikan dalam keluarga. Apabila dahulu kakek, nenek, paman-bibi menjadi pelaku-pelaku aktif dalam membentuk pribadi seseorang anak dalam keluarga, maka itu nanti mereka itu akan tersingkir ke pinggir, menjadi penonton-penonton dari jauh. Apabila dulu dongeng menjelang dari kakek, nenek, paman-bibi ikut mengukir dan mewarnai watak seorang anak, maka ongeng itu digantikan peranannya oleh siaran TV, video kaset, dan sebagainya.
Dengan lajunya teknologi baru yang demikian pesat dan eratnya komunikasi antar bangsa dewasa ini maka perbaruan kebudayaan tidak mungkin terelakkan lagi. Dampaknya dapat diramalkan, kebudayaan yang lemah yakni negara-negara berkembang dimana kaum muslimin berada, banyak kemungkinan akan terdesak atau terserap oleh kebudayaan fihak negara-negara yang maju. Rasulullah saw sendiri telah meramalkan bahwa pada suatu ketika, apabila tidak waspada umat Islam akan banyak mencontoh cara hidup kaum Yahudi dan Nasrani. Hal ini merupakan suatu peringatan agar umat Islam selalu waspada dalam menjaga keimanan dan kehidupan beragama.

Kemajuan teknologi dan pergaulan modern dapat menimbulkan dampak beraneka ragam. Harian ‘Kedaulatan Rakyat’ baru-baru ini memberitakan terjadi perkawinan di Jepang yang dinikahkan oleh robot, dan di prancis wanita lebih senang ganti-ganti suami tanpa nikah dibandingkan dengan membina rumah tangga yang sah menurut Agama. Apakah hal-hal semacam itu kelak menjalar ke Indonesia ?
Memang kemajuan teknologi tak mungkin dan tidak perlu dibendung. Namun masalahnya, dapatkah pendidikan dalam keluarga yang Islami kita tegakkan ditengah-tengah derasnya arus modernisasi dan gemuruh sekularisasi ? Jawabnya: tergantung ! Apabila kita dapat mengambil segi positif dari kemajuan teknologi serta dapat menegakkan makna keluarga sesuai denga ajaran Islam, maka jawabnya: dapat ! Tetapi apabila kita terhanyut oleh kebudayaan barat sehingga makna keluarga tidak sesuai lagi dengan tuntunan Al Qur’an dan Hadist, istilah muhrim dan dzawil qurba hilang maknanya serta pembagian waris kaum muslimin tidak berdasarkan faraidh melainkan berdasarkan hukum sipil, dan sebagainya, maka jawabnya jelas: kita menjadi muslim nama, tetapi jiwanya Barat.
Wassalamualaikum wr.wb
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Cara Menumbuhkan Rasa Khusyu Dalam Shalat, Semoga Bermanfaat ... 
Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:32

Cara Menumbuhkan Rasa Khusyu Dalam Shalat | INFO UHUY

Cara Menumbuhkan Rasa Khusyu Dalam Shalat

Assalamualaikum wr.wb

Sebagai mukmin tentu ingin mengerjakan shalat sesuai yang dikehendaki oleh Allah swt yang memerintahkan shalat wajib lima waktu. Yang hendak dituju oleh orang yang mengerjakan shalat adalah :
  • Tumbuhnya keikhlasan.
  • Bertakwa kepada Allah
  • Mengingat Allah
Tumbuhnya keikhlasan ditandai dengan keikhlasan beribadah kepada Allah, untuk memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya, dan mengerjakan segala sesuatu yang diridhainya. Ketaatan kepada Allah berarti tumbuhnya keinginan bagi orang yang mendirikan shalat untuk melaksanakan perintah Allah dan menghentikan semua larangan-larangan-Nya. Dengan shalat seorang akan selalu mengingat Allah, karena bacaan dari shalat tediri dari tasbih, tahmid, takbir, do’a serta dapat merasakan keagungan dan kebesaran Allah.

Mengerjakan shalat adalah sebagai perwujudan dari keyakinan yang telah tertanam di dalam hati orang yang mengerjakannya, dan menjadi bukti bahwa ia telah merasakan bahwa dirinya sangat tergantung kepada nikmat Allah karena itu berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-laranga-Nya.

Rasa khusyu ini tentunya berpusat di dalam hati sanubari yang termanifasikan dalam gerak anggota badan, pikiran dan perhatian. Rasulullah saw pernah menegur seorang sahabat yang suka mengelus-elus janggutnya sedangkan ia sedang shalat. Rasulullah menjelaskan bahwa rekannya itu tidak khusyu dalam mengerjakan shalat. Selanjutnya Rasulullah saw bersabda bahwa kalau hatinya khusyu maka anggota badannya akan khusyu pula.

Ahmad Ali Ash Shabuni dalam Mukhtashar Tafsir Ibni Katsir menerangkan bahwa sikap khusyu dalam shalat adalah dengan melempar pandangan ke arah tempat sujud dan khusyu akan tercapai dengan mengosongkan hati hanya untuk shalat. Orang yang menjalankan shalat akan memperoleh “ketenangan hati” dan “penyejuk hati”.

Dengan demikian maka shalat itu dikerjakan dengan memahami arti bacaan dalam shalat, selalu ingat kepada Allah dan takut akan ancaman-Nya, memanjatkan do’a hanya kepada Allah dengan sepenuh hati dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan merasakan suatu kenikmatan beribadah.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Manifestasi  KHUSYU dalam perilaku sehari-hari, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:28

Manifestasi KHUSYU dalam perilaku sehari-hari | INFO UHUY

Manifestasi  KHUSYU dalam perilaku sehari-hari

Assalamualaikum wr.wb

Secara etimolog, kata khusyu beasal dari kata kasya’a-yakhsya’u-khustuu’an (khusyu) yang berarti merndah, tekun, tunduk. Dalam Al Qur’an terdapat beberapa ayat yang menunjukkan arti tersebut, diantaranya : surat Thaaha:108 (......dan merendahlah semua suara kepada Allah swt, ......) surat Al Mu’minuun: 2 (yaitu mereka yang khusyu “tekun dan tunduk” dalam shalatnya) Surat asy Syuura: 45 (Dan kami akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena “merasa” hina.....)

Secara terminolog dapat kita ikuti keterangan Prof. Dr. T. M. Hasbi Asy Shiddieqy dalam bukunya pedoman shalat, yang diambil dari beberapa pendapat pada ulama yaitu :
  • Kata setengah ulama : “Khusyu adalah memejamkan mata (penglihatan) dan merendahkan suara”.
  • Kata Ali ibn Abi Thalib ra : “Khusyu ialah tiada berpaling dengan ke kanan dan tidak berpaling ke kiri dalam shalat”.
  • Kata Amru ibnu Dinar : “Khusyu ialah terang dan bagus kelakuan”.
  • Kata ibnu Sirih : “Khusyu ialah tiada mengangkat pandangan dari tempat sujud”.
  • Kata ibnu Jabir : “Kusyu adalah tetap mengarahkan fikiran kepada shalat sehingga tidak tahu sebelah kanan dan sebelah kiri”.
  • Kata Atha : “Khusyu ialah tiada mempermain-mainkan tangan, tiada memegang-megang badan dalam shalat”.
http://infouhuy.blogspot.com/
Dari berbagai batasan tentang khusyu tersebut di simpulkan, khusyu adalah tunduk dan tawadhu serta berketenangan hati dan segala anggota kepada Allah swt.

Menurut Ahli Tafsir dan Jumhur Ulama :

Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam tafsirnya Shafwaatut Tafaasiir menafsirkan fiman Allah surat Al Mu minuun: 1-2. Sungguh telah nyata keberuntungan dan kemenangan bagi orang beriman disebabkan iman dan amal salihnya, seperti halnya Ibnu Abbas, beliau mengartikan khusyu dengan takut dan Tamakninah ke hadirat Allah swt dengan menghilangkan kesombongan hati.

Sedangkan Ustadz Ahmad Musthafa Al Maraghi dalam tafsirnya Al Maraghi menerangkan bahwa khusyu dalam shalat berarti mengisi aktivitas shalat dengan : mentadaburkan (memahami) bacaan, mengingat Allah swt. dan takut ancaman-Nya, mohon keselamatan kepada Allah swt. selanjutnya beliau menegaskan bahwa shalat yang dikerjakan tidak khusyu maka shalatnya tidak mempunyai bekas apa-apa bagi yang melakukannya.

Jumhur Ulama berpendapat bahwa khusu bukan sebagai syarat sahnya shalat, akan tetapi merupakan kualitas ibadah seorang, kekhusyuan sangat menentukan berapa nilai ibadah dan sebagai ukuran untuk memperoleh keridhaan Allah swt.

Oleh karena itu, maka kekhusyuan dalam shalat merupakan salah satu syarat untuk memperoleh keberuntungan dan kemenangan (Al Mu’minuun : 1-2), menjadi salah satu orang mukmin yang sejati (An naml: 3). Sedangkan mereka yang lalai adalah mereka yang tidak mau menyadari bahwa keberadaan dirinya hanyalah semata-mata untuk mengabdi kepada Allah swt (Adz Dzaariyaat: 56) selanjutnya Allah memperingatkan dengan firman-Nya surat  Al Maa’un: 4-5.

Wassalamualaikum wr.wb

Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Berdzikir merupakan bekal untuk Kehidupan Akhirat, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:26

Berdzikir merupakan bekal untuk Kehidupan Akhirat | INFO UHUY

Berdzikir merupakan bekal untuk Kehidupan Akhirat

Assalamualaikum wr.wb

Sungguh seorang mukmin adalah orang yang sangat concern terhadap mujahadah (usaha-usaha sungguh) dirinya agar bisa mengalahkan hawa nafsunya. Ada saatnya dia berhasil meluruskan bengkoknya dan mematahkan kehendak nafsunya semata-mata karena cinta pada Allah. Pada saat yang lain kadang-kadang dirinya dikalahkan sehingga dia mengikuti hawa nafsunya, lalu Allah swt. menyadarkannya dan menyelamatkannya sehingga ia sadar kembali, menangisi dosanya, dan mohon taubat. Maka bertambahlah marifat dan pemahamannya lamntaran bertambah rasa takutnya pada Allah swt.

Dzikir adalah pernyataan bahwa kita sangat berhajat kepada Allah swt. dalam memperoleh sesuatu yang kita kehendaki. Berdzikir merupakan perhambatan diri kepada Allah disertai ketundukan jiwa kepada-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah asw: Dzikir itu adalah hatinya ibadah (HR.Bukhary). ini berarti bahwa dalam beribadah seseorang memperlihatkan perhambatan kepada Allah Yang Maha Besar, sangat berhajat kepada-Nya semua hamba-hamba-Nya. Allahlah tempat memohon sedang si hamba yang hina dina dan selalu kekurangan mengharapkan ampunan dan bantuan dengan ungkapan istighfar dan dzikir.

Kebanyakan manusia tidak mempelajari ataupun melaksanakan apa yang Allah perintahkan tentang Dzikir tetapi sekedar mengetahui dari informasi yang didapat dari sana sini. Sebaliknya, bagi orang yang berpikir, Dzikir memiliki kedudukan dan peranan yang sangat besar dalam kehidupannya.Pertama-tama, orang yang “berpikir” ingin mengetahui tentang Pencipta yang telah menciptakan dirinya dan jagad raya di mana ia tinggal dari ketiadaan, yang telah memberinya kehidupan ketika dirinya belum berwujud, dan yang telah menganugerahkan kepadanya nikmat dan keindahan yang tak terhitung jumlahnya; dan ia pun mempelajari tentang bentuk-bentuk perbuatan yang diridhai Allah.

Ketika manusia terjerumus dalam kesyirikan dengan tidak pernah berdzikir dalam sejarah umat terdahulu, Allah mengutus para Rasul-Nya untuk meluruskan kaum mereka agar mau menyembah Allah sebagai satu-satu Dzat yang patut diagungkan. Gambar ini terlukis dalam surat An-Nahl ayat 36: “Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu’, maka diantara umat itu ada orang-orang yang di beri petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka bejalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Hadiah Rasulullah saw. untuk sahabat yang mampu Shalat dengan KHUSYU, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:19

Ciri-ciri Islam sebagai Agama yang Universal | INFO UHUY

Ciri-ciri Islam sebagai Agama yang Universal

Assalamualaikum wr.wb
Dapat disebutkan adanya tiga buah ciri agama Islam yang menjadikan agama Islam berhak dinyatakan sebagai agama yang Universal, yaitu :
  • Kesanggupannya memenuhi kebutuhan seluruh umat manusia untuk menegakkan kesatuan, memelihara nilai kemanusiaan dan menjaga keselamatan setiap individu dalam hidup di dunia kini dan di akhirat nanti.
  • Hukum-hukumnya menjamin tegaknya kemanusiaan di dalam satu kesatuan dan tidak berkecenderungan untuk menghidup-hidupkan fanatisme rasial.
  • Konsisten dengan relitas-realitas alam semesta, tidak bertentangan dengan kebenaran-kebenaran ilmu pengetahuan atau pikiran logis.

Jika kita kaji ajaran-ajaran Islam ternyata ciri-ciri tersebut benar-benar terpenuhi dalam segala aspeknya. Aspek ‘aqidah yang bersendi pada keyakinan tauhid, keyakinan bahwa hanya Allah saja berhak dipertuhan, akan membawa pada kesatuan umat tauhid baik dalam tujuan hidup maupun dalam perilaku. Umat tauhid menjalani hidup selalu melihat Allah dengan mata hati dan takut kepada-Nya dalam kesunyian maupun terang-terangan, dalam suasana tertutup maupun terbuka. Hanya “ma’rifat kepada Allah” sajalah yang mampu menjaga perilaku, memelihara perjalanan hidup dan menghidupkan hati nurani.

‘Aqidah Islamiyah menjaga individu dari godaan-godaan hawa nafsu. Orang mukmin menjalani hidup di bumi Allah selalu berfikir akan kekuasaan Allah yang tercermin dalam kejadian bumi dan langit. Hati yang berhubungan dengan Tuhan akan mendorong orang mukmin menjalani hidup di dunia dengan baik dan benar. ‘Aqidah Islamiyah menegakkan nilai persamaan kemanusian; umat manusia adalah hamba Allah yang sama kedudukannya di hadhirat Allah; berlebih kurang hanya terjadi dengan perbedaan taqwa dan amal shalih. Fanatisme rasial terdesak, persaudaraan dan kasih sayang dalam keimanan hidup subur. Dalam sejarah tercatat bahwa ‘aqidah Islamiyah telah menghimpun berbagai suku dan bangsa di bawah bendera Islam; bersama Rasulullah s.a.w. berhimpunlah sahabat-sahabat Bilal asala keturunan Habsyi, Shuhaib asala keturunan Romawi, Salman al-Farisi keturunan Parsi dan Umar asal keturunan Arab Quraisy.

‘Aqidah Islamiyah yang bertumpu pada ajaran tauhid konsisten dengan wujud alam semesta yang merupakan ayat-ayat Allah, memberitakan kekuasaan dan keesaan mutlak Allah. Manusia perlu kepada pelayan alam semesta, tetapi alam pun memerlukan memerlukan usaha manusia untuk melestarikan dan mengembangkan potensinya agar dapat melayani kebutuhan hidup manusia sepanjang mungkin umur kemanusiaan dan kehidupan.  Ayat-ayat al-Qur’an yang menyebutkan ni’mat Allah berupa berbagai macam kekuatan dan kemampuan alam guna melayani kepentingan hidup manusia mengundang kegiatan-kegiatan umat manusia, baik dalam bidang ilmiah maupun usaha guna memanfaatkan potensi alam. (surat Yasin ayat 33-45)

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Segi-segi Universalitas Agama Islam, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:10

Segi-segi Universalitas Agama Islam | INFO UHUY

Segi-segi Universalitas Agama Islam

Assalamualaikum wr.wb

Segi Historik

Memperhatikan kelahiran Islam yang di bawakan Nabi Muhammad s.a.w. yang baru diwahyukan untuk pertama kalinya pada dasa warsa pertama abad VII Masehi, maka wajarlah jika Islam sebagai mata rantai terakhir Agama Allah yang diwahyukan kepada pada Rasul-Nya, dinyatakan sebagai agama yang diperuntukkan bagi seluruh umat manusia sepanjang masa. Kebenaran-kebenaran fundamental yang bersifat universal yang pernah diajarkan oleh para Nabi terdahulu dikokohkan, demikian juga nilai-nilai hidup yang bersifat universal dilestarikan. Beberapa norma yang merupakan realisasi dari nilai-nilai universal disesuaikan dengan perkembangan hidup manusia.

Segi Materi Ajaran

Sebagai mata rantai terakhir Agama Allah yang ditujukan kepada seluruh umat manusia sepanjang masa, Islam yang dibawakan Nabi Muhammad s.a.w. memberikan pedoman hidup yang menyeluruh, mencakup semua aspek hidup manusia, baik mengenai kehidupan jasmani maupun ruhani, material maupun spiritual, individual maupun sosial. Secara garis besar, Islam mengajarkan segi ‘aqidah, ibadah, akhlak dan mu’amalat atau kemasyarakatan.  Segi ‘aqidah diajarkan dengan amat terperinci, pasti dan mutlak. Ajaran ‘aqidah islamiyah bersendi pada keyakinan tauhid murni sebagaimana pernah diajarkan oleh semua Rasul Allah. Pintu-pintu kemusyrikan ditutup rapat. Dalam segi ‘aqidah ini penyeleweng –penyelewengan yang terjadi di kalangan umat para Nabi terdahulu dikoreksi diluruskan dan dikembalikan kepada ajaran yang semestinya. Segi ibadat khusus bersumber pada ajaran tauhid uluhiyah sebagaimana pernah diajarkan oleh para Nabi sebelumnya.  Tetapi caranya disempurnakan sesuai dengan perkembangan hidup manusia. Ajaran Akhlak Islamiyah bersifat absolut, tidak berdasarkan nilai-nilai relatif situasional dan kondisional. Manusia tidak pernah diberi hak mengklaim perubahan nilai-nilai akhlak sesuai perkembangan hidup dalam kontek ruang dan waktu. Ajaranmu’amalat hanya beberapa yang bersifat terperinci, seperti dalam kehidupan keluarga. Dalam bidang mu’amalat maliyah pada umumnya diberikan pedoman yang bersifat global guna memungkinkan menampung perkembangan-perkembangan baru dalan kehidupan masyarakat. Manusia diberi kesempatan untuk mengembangkan bidang mu’amalat dengan jalan ijtihad, berpedoman pada jiwa ajaran al-Qur’an dan Sunnah. Dalam bidang yang dilarang syara’, suka-rela, menarik manfaat dan menghindarkan madharat, keseimbangan antara hak dan wajib, mengutamakan kepentingan masyarakat jika keadaan menghendaki dan keadilan.

Segi Sumber Ajaran

Sumber-sumber ajran Islam adalah Qur’an dan Sunnah. Dalam banyak hal realisasi ajaran al-Qur’an dan Sunnah memerlukan pemikiran-pemikiran, lebih-lebih dalam hal-hal yang memang tidak disebutkan dalam kedua sumber tersebut. Dari sini dapat dikatakan bahwa Islam memberi tempat kepada akal demikian tingginya untuk mengembangkan realisasi ajaran-ajaran al-Qur’an dan Sunnah, sehingga dapat dikatakan bahwa akal dipandang sebagai sumber ajaran Islam ketiga setelah al-Qur’an dan Sunnah. Memberi tempat kepada akal untuk menjadi salah satu sumber ajaran Islam tersebut menjadikan Islam sebagai agama yang selalu relevan dengan perkembangan kehidupan manusia dalam sejarahnya.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Apakah benar ISLAM agama yang Universal ?, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:01

Apakah benar ISLAM agama yang Universal ? | INFO UHUY

Apakah benar ISLAM agama yang Universal ?

Assalamualaikum wr.wb

Kali ini saya akan membahas artikel tentang Islam. Islam yang dibahas kali ini yaitu Islam agama yang Universal. Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kapada para Rasul-Nya, sejak Nabi Adam a.s. hingga yang terakhir Nabi Muhammad s.a.w., untuk memberi pedoman hidup kepada umat manusia yang menjamin akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. adalah agma Allah yang terakhir, yang telah disempurnakan, yang merupakan ni’mat Allah terbesar kepada umat manusia dan yang merupakan agama yang diridhai-Nya menjadi anutan seluruh bumat manusia serta dinyatakan sebagai agama rahmat bagi semesta alam.

Setelah diturunkannya agama yang dibawakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. itu, maka agama yang pernah di ajarkan oleh para Nabi sebelumnya yang ditujukan kepada kaumnya masing-masing telah diganti kedudukannya oleh agama yang dibawakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. seluruh umat manusia wajib menganut agama Islam yang telah disempurnakan itu . dalam rangka tanggung jawab manusia kepada Allah; Allah memberikan kebebasan kepada umat manusia untuk beriman atau kafir. Islam yang dibawakan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai agama yang telah disempurnakan itu wajib dida’wahkan kepada seluruh umat manusia di manapun dan kapanpun. Tetapi di dalam menda’wahkannya tidak boleh dengan cara paksaan, sebab beragama hanya akan bermakna jika di dasarkan atas kesadaran, bukan dengan paksaan dan bukan juga bersifat tradisional. Oleh karenanya adalah menjadi kewajiban juru da’wah, juru penerang agama, para pendidik dan para pengajar untuk menanamkan keyakinan Islam secara sadar sehingga hidup beragama dapat dirasakan sebagai suatu kenikmatan dan mengamalkan ajaran-ajarannya dirasakan sebagai kepuasan.

Islam agama yang universal, dari sekian banyak bukti tentang universalitas Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. yang paling relevan disajikan adalah ciri-ciri dan materi ajaran-ajarannya, dengan melalui perbandingan sebagaimana ditempuh oleh al-Qur’an, dengan secara filosofis sebagaimana diisyaratkan dalam banyak ayat al-Qur’an yang menggugah pengguna akal fikiran untuk memahami ajaran Islam dan dengan cara empirik ilmiah (bagi para ahlinya) sejalan dengan banyak ayat-ayat al-Quran tentang al-kaun atau kosmos.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Musibah Merubah Hidupnya | Pengalaman Islami Sejati, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 13:59

DOA yang Paling Baik dan UTAMA | INFO UHUY

DOA yang Paling Baik dan UTAMA

Assalamualaikum wr.wb

Do’a adalah pernyataan bahwa kitra sangat berhgajat kepada Allah swt. dalam memperoleh sesuatu yang kita kehendaki. Berdo’a merupakan perhambatan diri kepada Allah disertai ketundukan jiwa kepada-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah asw: Do’a itu adalah otaknya ibadah (HR.Bukhary). ini berarti bahwa dalam beribadah seseorang memperlihatkan perhambatan kepada Allah Yang Maha Besar, sangat berhajat kepada-Nya semua hamba-hamba-Nya. Allahlah tempat memohon sedang si hamba yang hina dina dan selalu kekurangan mengharapkan ampunan dan bantuan dengan ungkapan istighfar dan do'a.

Pernah seorang bertanya kepada Rasulullah saw: Do’a apa yang paling utama? Beliau bersabda: “Mintalah kepada Tuhanmu kesehatan dan ampunan”. Selanjutnya beliau bersabda: “Kalau kamu diberi kesehatan di dunia dan diberi pula kesehatan diakhirat, maka sungguh engkau telah beruntung?”.

Dari Anas ra berkata: Do’a Nabi yang paling sering diucapkan adalah: (Ya Allah, ya Tuhan kami! Berikanlah kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan pula, dan peliharalah kami dari siksa neraka)

Dari Abi Amamah ra berkata: Rasulullah saw berdo’a bermacam-macam do’a dan kami tidaklah hafal, maka kami bertanya kepada beliau: Engkau telah berdo’a banyak sekali, sedangkan kami tidak dapat menghafalnya. Beliau bersabda: “Maukah kamu aku tunjukan sesuatu yang dapat menghimpun do’a-do’a itu semua?”. Engkau berdo’a:  (Ya Allah, kami memohon kepada-Nya sesuatu yang baik yang diminta Nabi-Mu (Muhammad) dan aku berlindung kepada –Mu dari keburukan yang dimintakan Nabi-Mu (Muhammad) perlindungan dari-Mu. Sungguh Engkau tempat meminta pertolongan dan hanya kepada-Mu terkbul do’a. Tiada daya dan kekuatan melainkan Allah).

Dari Saddad bin Aus ra berkata: Rasulullah saw telah bersabda: (Wahai Tuhanku, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan yang berhak ku sembah kecuali hanya Engkau sendiri. Telah Engkau jadikan aku dan aku ini adalah hamba-Mu dan aku ini senantiasa berada di dalam genggaman dan ketetapan-Mu. Tidak ada kesanggupan sedikit juapun padaku, Aku berlindung kepada Engkau dari kejahatn-kejahatan apa yang telah ku lakukan aku menyadari segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan aku tahu pula akan dosaku, maka ampunilah kiranya aku, karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosaku itu hanya Engkau.) (HR. Bukhari)

Ini semuanya merupakan penghimpunan dari berbagai do’a dan setiap do’a di atas, diberi nama penghimpun do’a yakni do’a yang mengandung kebaikan duniawi dan ukhwari. Nabi Muhammad saw menyukai himpunan do’a tersebut dan meninggalkan lainnya.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Membiasakan Hidup dengan Istiqamah, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..
Hamba Allah SWT 11:04

Macam-macam JIHAD | INFO UHUY

Macam-macam JIHAD

Assalamualaikum wr.wb

INGAT ! Jihad tidak dibenarkan bila dilakuakan untuk memaksakan ajaran Islam kepada nonmuslim, untuk tujuan perbudakan, penjajahan dan perampasan harta kekayaan. Juga tidak dibenarkan membunuh orang-orang yang tidak terlibat dalam peperangan tersebut, seperti wanita, anak kecil dan orang tua.

Dalam sejumlah Ensiklopedi Islam, secara garis besar lafaz jihad memiliki makna dasar berikhtiar keras untuk mencapai tujuan yang terpuji. Dalam konteks Islam, kata jihad memuat banyak makna. Kata ini bisa berarti perjuangan melawan kecenderungan jahat atau pengerahan daya upaya untuk Islam. Misalnya, mencoba mengimankan orang kafir atau bekerja keras memperbaiki moral masyarakat Islam. Dari sini dapat disimpulkan bahwa jihad bisa dilakukan baik dalam situasi aman maupun ketika perang tengah berkecamuk.

Jihad dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu jihad mutlaq, jihad hujjah dan jihad ‘amm.

Jihad mutlaq merupakan perang melawan musuh dimedan pertempuran. Jihad ini mempunyai persyaratan tertentu, diantaranya: peperangan harus bersifat defenisi yakni untuk menghilangkan fitnah, menciptakan perdamaian, dan mewujudkan kebajikan dan keadilan.

Sedang Jihad hujjah adalah jihad yang dilakukan ketika beradu pendapat ihwal keagamaan dengan pemeluk agama lain dengan mengemukakan argumentasi yang kuat. Ibnu Taimiyah menyebut jihad seperti itu sebagai jihad bil ‘ilmi wal lisan, yaitu jihad yang memerlukan kemampuan ilmiah yang bersumber dari al-Quran dan sunah serta ijtihad.

Adapun jihad ‘amm merupakan jihad yang mencakup segala aspek kehidupan, baik bersifat moral maupu yang bersifat material, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain di tengah-tengah masyarakat. Jihad seperti ini dapat dilakukan dengan pengorbanan harta, jiwa, tenaga, waktu dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Jihad seperti itu jga berkesinambungan, tidak dibatasi ruang dan waktu, dan bisa dilakuakn terhadap musuh yang nyata, setan maupun hawa nafsu. Pengertian musuh yang nyata disini di samping perang, juga berarti semua tantangan yang dihadapi umat islam seperti kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Jihad terhadap syetan mngandung pengertian berusaha untuk menghilangkan hal-hal yang negatif yang mebahayakan umat manusia.

Jihad terhadap hawa nafsu adalah sikap mengendalikan diri agar cara tindak, jiwa dan komunikasi dengan orag lain tidak menyimpang dari ketentuan Islam. Wajar bila kemudian Nabi mewanti-wantikaum muslim usai perang Badar dan kemenangan ada di tangan mereka dengan kata-kata: “kita baru saja keluar dari jihad kecil untuk memasuki jihad besar yaitu melawan hawa nafsu.”  Jihad melawan hawa nafsu duniawi lebih berat dan besar tantangannya dibandingkan dengan jihad mengangkat senjata.

“adakah hal yang lebih mulia diloakukan seorang hamba di dunia ini selain mempersembahkan hidupnya untuk Allah swt dan agamanya ?”

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Demikian Informasi UHUY Mengenai Macam-macam JIHAD.

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..
Hamba Allah SWT 11:02

Apakah Jihad harus selalu dengan Berperang ? | JIHAD

Apakah Jihad harus selalu dengan Berperang ? | JIHAD

Assalamualaikum wr.wb

Masih ingat, pada 22 Maret 2004 lalu, sekelompok Israel secara sadis membombardir sebuah masjid yang berisi kaum muslim berikut pemimpin kharismatik yang sudah lama hidup diatas kursi roda itu. Peristiwa ini pun membuahkan aksi Intifadhah (aksi pelemparan batu muslim Palestina atas pasukan Israel, red) sebagai bentuk jihad mereka. Bukan hanya di Palestina, Afghanistan, Bosnia, Thaliban dan negara-negara muslim lain pun pernah menjadi medan jihad muslim.

Kata-kata jihad bak makanan pokok yang menghiasi kehidupan di negara-negara muslim. Apa yang mereka lakukan tentu bukan tanpa alasan. Karena perjuangan tersebut tidak lain sebagai wujud pengorbanan untuk agama. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan, mereka itu satu sama lain saling melindungi” (al-Anfal:72).

Namun apakah jihad harus selalu dengan berperang ? Sebagaimana Imam Syafi’i mendefinisikan jihad dengan memerangi kaum kafir untuk menegakkan Islam. Definisi ini pula yang banyak dibicarakan kitab-kitab fiqih. Jihad selalu dikait-kaitkan dengan pertempuran, peperangan dan ekspedisi militer. Akan tetapi, jihad dalam arti perang ini juga berubah menjadi wajib ‘aini jika umat islam dihancurkan musuh. Umat islam dalam kondisi seperti ini wajib berjihad. Sedang yang bersifat lebih umum tak lain merupakan ciri muslim sejati yang berjihad melalui lisan, tulisan maupun dengan hatinya demi kepentingan Islam secara luas. Hanya saja kata-kata jihad yang ada dalam Al-Qur’an kebanyakan mengandung pengertian yang sangat umum, tidak terbatas pada kegiatan perang. Segala bentuk kegiatan dan usaha maksimal dalam rangka dakwah Islam maupun ber-amar makruf nahi munkar sebenarnya inti dari jihad itu sendiri.

Secara rinci, ulama fiqih mengkelompokannya dalam tiga kategori. Pertama, berjihad memerangi musuh secara nyata; Kedua, berjihad melawan syetan; Ketiga, berjihad terhadap diri sendiri. Para ulama menyimpulkan latar belakang perlunya berjihad berdasarkan beberapa surah dalam al-Qur’an seperti al-Baqarah ayat 190-193, an-Nisaa ayat 75 dan surat at-Taubah ayat 13-15. Latar belakang tersebut anatara lain : Pertama, mempertahakan diri,kehormatan, harta, dan negara dari tindakan sewenang-wenang musuh; Kedua, menghilangkan fitnah dan kezaliman, Ketiga, membantu orang-orang yang lemah dan menegakkan keadilan dan kebenaran.

Pada intinya, jihad merupakan sarana mencapai keridlaan Allah swt. Oleh sebab itu jihad menjadi suatu kewajiban yang harus dilaksanakan umat islam. Namun kewajiban ini tidak bersifat mutlak. Kewajiban jihad oleh para ulama dikemukakan dalam dua bentuk, yaitu wajib ‘aini (kewajiban pribadi) dan wajib kifa’i (kewajiban secara kolektif).

“Adakah hal yang lebih mulia dilakukan seorang hamba di dunia ini selain mempersembahkan hidupnya untuk Allah swt dan agamanya ?”

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Macam-macam JIHAD, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..
Hamba Allah SWT 10:58

Membiasakan Hidup dengan Istiqamah | INFO UHUY


Assalamualaikum wr.wb

Umar bin Khatab mengatakan istiqamah adalah meluruskan diri dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Secara sederhana, istiqamah berarti teguh hati, kuat pendirian dan konsisten. Ayat sangat jelas memberi jaminan kepada orang-orang yang beristiqamah, namun sayangnya banyak umat islam yang belum istiqamah dalam melaksanakan ibadah dan amal. Problem demikian bisa dipahami, karena beristiqamah gampang-gampang susah. Dikatakan mudah sebab istiqamah bisa dilakukan siapa saja. Sementara dikatakan berat karena dalam melakukannya dibutuhkan pengorbanan besar, mental kuat dan waktu yang tak sebentar.

Beranjak dari sinilah, istiqamah terbagi dalam dua macam. Pertama, istiqamahnya terbagi dalam aspek lahiriyah, yakni menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kedua, istiqamahnya orang khusu dalam aspek lahiriyah yaitu mengosongkan diri dari urusan dunia dan kegemerlapannya. Adapun dalam aspek batiniyah, memadukan diri pada kenikmatan surga dengan merindukan pertemuan dengan-Nya.

Tingkat dasarnya, istiqamah dikaitkan dengan kualitas keimanan seseorang yang melibatkan lisan, hati dan tubuh. Pada tingkat istiqamah dengan lisan, seseorang lisannya terus-menerus mengucapkan dua kalimat syahadat. Artinya, seorang muslim tak bosan-bosannya mengakui keesaan Allah swt. sebgai satu-satunya Dzat yang wajib diagungkan dan membenarkan Rasulullah saw. sebgai utusan-Nya. Misalnya setiap kali shalat. Kita melafalkan dua kalimat syahadat dalam bacaan tasyahud awal dan akhir.

Tingkat kedua istiqamah dengan hati, yakni sanubari yang tak pernah berhenti menghendaki kebenaran. Setelah lisannya mengakui syahadatain, dalam nurani seseorang senantiasa mengharapkan kebenaran tercipta dimanapun ia berpijak dengan berlandaskan pada Al-Quran dan Al-Hadist yang dipahaminya. Setidaknya pada tahap ini, seseorang akan berusaha menghilangkan kedzaliman di muka bumi dengan cara-cara yang dibenarkan agama dan diajarkan Rasulullah, yakni lugas namun tegas.

Tingkat terakhir istiqamah dengan tubuh, yaitu anggota tubuh secara berkesinambungan melakukan ibadah dan berbakti kepada Allah swt. maksudnya, apa yang dilakukan dengan anggota badannya diniatkan untuk beribadah dan karena Allah semata. Umpamanya dalam bekerja atau beraktivitas karena mencari ridho-Nya. Disamping mendapatkan materi sebagai biaya hidup, kita juga memperoleh pahala.

Adanya ayat yang berbicara tetang istiqamah, disebabkan adanya empat sasaran yang hendak dicapai, yaitu taat sebagai imbas dari perintah, taqwa sebagai penjelmaan dari larangan, syukur sebagai buah dari nikmat dan sabar sebagai hasil dari keinginan memperoleh surga. Untuk menyempurnakan empat perkara tersebut, setidaknya masih diperlukan empat faktor lagi, yakni taat disempurnakan dengan ikhlas, taqwa dilengkapi dengan taubat, syukur dipadukan dengan tahu diri atas kekurangan dan kelemahan diri dan sabar disearaskan dengan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah swt.

“sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adala Allah’, kemudian mereka meneguhkan pendiriannya (itiqamah), maka para malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu’.” (QS. Fushshilat: 30)

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Etika Bertetangga dalam Kehidupan Orang Muslim Sehari-hari, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..
Hamba Allah SWT 10:57

Hikmah Mahar dalam Agama Islam | INFO UHUY

Hikmah Mahar dalam Agama Islam

Assalamualaikum wr.wb

Mahligai rumah tangga membutuhkan kesepahaman antara istri dengan suami yang tidak hanya sebatas mengandalkan cinta semata. Tak salah kalau banyak orang tua yang khawatir terhadap anaknya yang terlalu membabi buta dalam cinta. Persoalannya bukan karena cinta tidak di perlukan dalam perkawinan, tetapi masih masih diperlukan perangkat lain untuk meneguhkan tali rumah tangga. Sebab, fitrah cinta yang bersifat abstrak tidak selamanya menjadi solusi persoalan yang dihadapi, khususnya dalam materi.

Dalam perkawinan, istri mempunyai hak-hak dari suaminya yang bersifat materilmaupun moril. Diantara hak-hak materil adalah maskawin (shadaq). Shadaq atau Shidaq (mahar atau maskawin) menurut bahasa berarti ganti (‘iwadh). Kalau menurut istilah adalah pengganti pembayaran dalam nikah atau sejenisnya yang dikendalikan oleh hakim atas kerelaan kedua belah pihak.
http://infouhuy.blogspot.com/
Islam mensyaratkan maskawin atau mahar bagi suami kepada istri sebagaitanda kebaikan niat suci bagi hatinya, penghormatan bagi dirinya, pengganti aturan dari tradisijahiliyah yang berlaku sebelum kedatangan Islam. Saat itu, perempuan dipandang rendah dan hina. Bahkan tak jarang, hak perempuan diinjak-injakdan dirampas oleh suaminya. Padahal mahar adalah milik penuh bagi istri yang tidak dapat diganggu gugat meskipun oleh walinya. Perempuan mempunyai kebebasan dan wewenang penuh atas hartanya ini untuk membelanjakan atau bershadaqah sesuka hatinya. Jadi, mahar dalam islam adalah lambang saling menghargai antara suami istri menerima penghargaan itu.

Namun, bukan berarti mahar menjadi sesuatu yang menyulitkan. Mahar atau maskawin bukanlah satu syarat dan rukun dalam akad perkawinan, melainkan hanya salah satu hukum dan akibat dari akad nikah. Oleh karena itu, penyebutan mahar pada saat akad nikah bukan sesuatu yang wajib, bahkan suatu akad nikah dianggap sah, meski terjadi kesalahan dalam penyebutan mahar. (QS.Al-Baqarah: 236)

Apa saja yang disebut harta dan bernilai bagi orang adalah sah untuk dijadikan mahar. Dengan demikian, mahar bisa berupa emas, perak, barang tetap, seperti tanah yang diatasnya bisa dibangun rumah. Kenyataan yang terjadi di masyarakat,mahar biasanya disesuaikan dengan tradisi yang sudah berlaku. Namun perlu diingat, jangan sampai ketentuan mahar dalam tradisi itu membebankan pihak laki-laki, sehingga ia tidak bisa melakukan perkawinan disebabkan ketidakmampuannya membyar mahar karena terlalu mahal.

Lebih jelasnya, dampak negatif dari mahar yang berlebihan bisa menimbulkan dampak sosial yang berbahaya. Sebab kebutuhan biologis antara perempuan dan laki-laki tidak dapat terpenuhi. Padahal merekasudah merasa siap secara moril untuk melakukannya.

Ketertindasan kaum perempuan dari dominasi laki-laki sudah berlangsung sekian lama. Namun hadirnya islam yang disebarkan Muhammad saw. telah membuka ruang yang maksimal bagi perempuan untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan kaum laki-laki. Bahkan dalam pernikahan, persoalan mahar (mas kawin) turut diatur sebagai wujud penghormatan Islam terhadap posisi perempuan.

Wassalamualaikum wr.wb

Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Sikap Menolak yang Dimiliki dan Dikuasai oleh Dunia | ZUHUD, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..
Hamba Allah SWT 22:10

Sikap Menolak yang Dimiliki dan Dikuasai oleh Dunia | Zuhud

Sikap Menolak yang Dimiliki dan Dikuasai oleh Dunia | Zuhud

Assalamualaikum wr.wb

Mudah-mudahan artikel kali ini bisa menginspirasi khalayak banyak mengenai apa itu zuhud ?, apa ciri-ciri orang zuhud, dan semua yang berkaitan dengan zuhud.

Zuhud merupakan sifat mulia orang yang beriman dan menjadi salah satu akhlak utama seorang muslim karena tidak tertipu oleh dunia dengan segala kelezatannya baik kekuasaan, harta, kedudukan, wanita, tahta, dan segala fasilitas lainnya. Zuhud bukan berarti engkau mengharamkan dirimu dari menyentuh sesuatu yang dihalalkan oleh Allah swt. padamu atau meniadakan hartamu, tapi suatu sikap dimana engkau lebih percaya pada apa yang ada di tangan Allah swt. ketimbang apa yang ada di tanganmu.

Pada saat yang sama, hati ini tidak tertipu pada dunia. Kita harus meyakini betul bahwa dunia itu tidak kekal dan akhiratlah yang lebih baik dan lebih kekal. Sehingga, orang-orang yang beriman beramal di dunia dengan segala kesungguhan bukan hanya untuk mendapatkan kenikmatan sesaat di dunia, tetapi untuk meraih ridha Allah dan surga-Nya di akhirat.
http://infouhuy.blogspot.com/
”Zuhudlah terhadap apa yang ada di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi manusia, maka manusia pun akan mencintaimu”

Ciri-ciri orang zuhud adalah orang yang memiliki akhirat ketimbang dunia, orang yang bersikap hina (di hadapan Allah) dan tidak melenceng, orang yang mengutamakan kesungguhan ketimbang bermalas-malasan, orang yang lebih sering lapar ketimbang kenyang, orang yang lebih berharap pada ganjaran akhirat ketimbang kepuasaan sesaat, mengutamakan mengingat Allah swt. ketimbang lalai, dan orang yang dirinya berada di dunia sementara hatinya di akhirat.

”Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, bukan di hati kami.”

Wassalamuulaikum wr.wb

Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Hikmah di Balik Musibah dan Cobaan yang Allah SWT. Berikan, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..
Hamba Allah SWT 14:59

Hikmah di Balik Musibah dan Cobaan yang Allah SWT. Berikan | INFO UHUY

Hikmah di Balik Musibah dan Cobaan yang Allah SWT Berikan

Assalamualaikum wr.wb

Tenang disini menunjukan pribadi yang kuat dan mantap. Tenang merupakan tanda bagi manusia yang sadar dan beradab. Kebalikannya adalah manusia yang gampang marah karena sebab yang remeh dan mudah terpancing karena hal yang sepele menunjukkan manusia yang lemah kepribadian, akal dan kehendaknya.

Dengan sikap ini, Allah swt  akan semakin melipatgandakan balasan kebaikan baginya, karena Allah swt memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya.

Meskipun Allah swt dengan hikmah-Nya yang Maha Sempurna telah menetapkan bahwa musibah itu akan menimpa semua manusia, baik orang yang beriman maupun orang kafir, akan tetapi orang yang beriman memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu ketabahan dan pengharapan pahala dari Allah swt dalam menghadapi musibah tersebut. Di samping akan semakin menguatkan ketabahannya, juga akan membuatnya selalu bersikap husnuzh zhann (berbaik sangka) kepada Allah swt dalam semua musibah dan cobaan yang menimpanya.

Di samping sebab-sebab di atas, ada lagi faktor lain yang bisa meringankan semua kesusahan yang dialami seorang Mukmin di dunia ini, yaitu merenungi dan menghayati hikmah-hikmah agung yang Allah swt jadikan dalam setiap ketentuan yang terjadi pada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Dengan merenungi hikmah-hikmah tersebut, seorang Mukmin akan semakin yakin bahwa semua cobaan yang menimpanya pada hakikatnya adalah kebaikan bagi dirinya, untuk menyempurnakan keimanannya dan semakin mendekatkan diri-Nya kepada Allah swt.
http://infouhuy.blogspot.com/
 Mengapa kita sebagai orang Mukmin harus mendapatkan musibah dan cobaan ?

Allah swt menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai obat pembersih untuk mengeluarkan semua kotoran dan penyakit hati yang ada pada hamba-Nya.

Allah swt menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai sebab untuk menyempurnakan penghambaan diri dan ketundukan seorang Mukmin kepada-Nya, karena Allah swt mencintai hamba- Nya yang selalu taat beribadah kepada-Nya dalam semua keadaan, susah maupun senang.

Allah swt menjadikan musibah dan cobaan di dunia sebagai sebab untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba terhadap kenikmatan sempurna yang Allah swt sediakan bagi hamba-Nya yang bertakwa di surga kelak. Inilah keistimewaan surga yang sangat jauh berbeda keadaannya dengan dunia Allah swt menjadikan surga-Nya sebagai negeri yang penuh kenikmatan yang kekal abadi, serta tidak ada kesusahan dan penderitaan padanya selamanya. Sehingga kalau seandainya seorang hamba terus-menerus merasakan kesenangan di dunia, maka tidak ada artinya keistimewaan surga tersebut, dan dikhawatirkan hatinya akan terikat kepada dunia, sehingga lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti.

Beberapa kiat yang bisa kita lakukan untuk bersikap tenang dalam menghadapi segala musibah dan cobaan.
  • Pertama, memiliki ilmu yang benar.
  • Kedua, kita harus yakin kepada Allah Swt.
  • Ketiga, kuasai diri dengan sebaik-baiknya.
  • Keempat, sempurnakan ikhtiar untuk mendapatkan pertolongan-Nya.

“Di balik cobaan pasti ada hikmah-Nya”

Wassalamulalaikum wr.wb

Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Pahala Mengendalikan Emosi Yang Memuncak, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..
Hamba Allah SWT 15:00