Membudayakan Silaturahmi | INFO UHUY

Membudayakan Silaturahmi

Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah artikel lanjutan kemarin yaitu Keutamaan Silaturahmi sudah selesai. Nah, kali ini saya membuat arikel tentang Membudidayakan Silaturahmi. Langsungsaja kita simak isi artikel ini. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.. Cara berziarah atau bersilaturahmi menurut sunnah Nabi ialah, setelah pulang dari sholat Ied, kita mendahulukan berziarah kepada orang tua, lalu kepada anak famili kemudian kepada para guru kita. Bila orang tua berjasa kepada kita dengan melahirkan serta memelihara kita selama dalam pertumbuhan, dan para sanak famili ikut serta membantu dalam hal tersebut, maka para gurupun tidak kurang jasanya kepada kita karena merekalah yang memberikan pendidikan ruhaniah kita. Setelah kita bersilaturahmi kepada mereka, lalu kita pun hendaknya juga bersilaturahmi kepada para pinisepuh serta handai taulan pada umumnya.

Terlepas dari masalah kaya atau miskin, pandai atau setengah pandai, tinggi atau rendah jabatan, kita harus memperhatikan masalah ziarah atau silaturahmi tersebut. Meskipun perjalanan yang harus ditempuh untuk bersilaturahmi jauh dan sulit tapi kita juga hendaknya tetap berusaha, apalagi kalau jaraknya hanya dekat dan mudah dijangkau untuk bersilaturahmi.

Silaturahmi “yang baik” sebenarnya ialah dengan datang sendiri dan tidak dengan perantaraan kartu yang bertuliskan beberapa kalimat atau gambar-gambar, apalagi kalau gambarnya kurang sesuai dengan norma. Dengan mengirim kartu seperti itu terkadang pengirim merasa lebih baik dan lebih praktis sehingga merasa tidak perlu lagi untuk bersilaturahmi kepada orang yang telah dikirim kartu tersebut.

Iedul Fitri sebagaimana diterangkan di atas, apakah do’a atau taubat seseorang itu akan diterima hanya cukup dengan mengucapkan kalimah istighfar saja ? Jika terhadap huququllah atau hak-hak Allah , insya Allah telah cukup dengan seperti itu, asal saja disertai dengan penyesalan atas dosa yang telah dilakukan dan dibarengi dengan niat tidak mengulang perbuatan tersebut. Akan tetapi terhadap huququl abdi, tidak cukup hanya seperti itu, tetapi harus disertai keridhaan yang bersangkutan.

Dalam hubungannya dengan ini, maka pada waktu kita melakukan silaturahmi apalagi dalam suasana Iedul Fitri, disamping saling memaafkan hendaknya juga meminta dihalalkan atau direlakan atau halal bi halal, terhadap hal-hal yang berkaitan dengan huququl abdi atau hak adami. Sebab bahagianya seseorang itu, ditentukan pula oleh beres atau tidaknya dalam memenuhi hak-hak adami.

Pelanggaran terhadap hak-hak adami dapat menghalangi untuk bisa diterima taubat dan dikabulkan do,a seseorang. Abu Hurairah pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah pada suatu ketika setelah membacakan beberapa ayat lalu berkenan menceritakan kisah seseorang dalam keadaan serba seperti wali yang ahli siasah, merantau dan seorang Ibu berdo’a : “Ya, Rabbi, Ya Rabbi, tetapi makanan dan minuman serta pakaian adalah dihasilkan dari barang haram. Terhadap orang seperti ini Nabi berkomentar: Bagaimana mungkin do’a nya dikabulkan”

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Keutamaan Bersilaturahmi, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.

Hamba Allah SWT 14:41