Fakta Perubahan Istilah Keluarga dari Timur ke Barat | INFO UHUY


Assalamualaikum wr.wb
Apabila disimak dengan seksama dewasa ini di Indonesia terutama di kota-kota besar, sedang terjadi suatu pergeseran pengertian keluarga yang cukup mendasar. Yang semula pengertian keluarga berdasarkan nasab dan pertalian darah beralih ke bentuk keluarga yang lebih mengutamakan privacy, yang hanya terdiri dari ayah, ibu, anak. Dengan kata lain pengertian “muhrim” dan “dzawil qurba” yang tercantum dalam Al-Qur’an (An Nur: 22; dan sebagainya) yang menjadi dasar kehidupan keluarga yang islami, semakin lama akan semakin kabur. Makna keluarga di gantikan dengan pengertian istilah “family” yang berasal dari barat, yang membatasi diri hanya pada dua generasi yakni orangtua dan anak, paling-paling ditambah dengan hadirnya kakek atau nenek.

Dengan berubahnya struktur atau bangunan dasar keluarga membawa akibat berubah pula bentuk pendidikan dalam keluarga. Apabila dahulu kakek, nenek, paman-bibi menjadi pelaku-pelaku aktif dalam membentuk pribadi seseorang anak dalam keluarga, maka itu nanti mereka itu akan tersingkir ke pinggir, menjadi penonton-penonton dari jauh. Apabila dulu dongeng menjelang dari kakek, nenek, paman-bibi ikut mengukir dan mewarnai watak seorang anak, maka ongeng itu digantikan peranannya oleh siaran TV, video kaset, dan sebagainya.
Dengan lajunya teknologi baru yang demikian pesat dan eratnya komunikasi antar bangsa dewasa ini maka perbaruan kebudayaan tidak mungkin terelakkan lagi. Dampaknya dapat diramalkan, kebudayaan yang lemah yakni negara-negara berkembang dimana kaum muslimin berada, banyak kemungkinan akan terdesak atau terserap oleh kebudayaan fihak negara-negara yang maju. Rasulullah saw sendiri telah meramalkan bahwa pada suatu ketika, apabila tidak waspada umat Islam akan banyak mencontoh cara hidup kaum Yahudi dan Nasrani. Hal ini merupakan suatu peringatan agar umat Islam selalu waspada dalam menjaga keimanan dan kehidupan beragama.

Kemajuan teknologi dan pergaulan modern dapat menimbulkan dampak beraneka ragam. Harian ‘Kedaulatan Rakyat’ baru-baru ini memberitakan terjadi perkawinan di Jepang yang dinikahkan oleh robot, dan di prancis wanita lebih senang ganti-ganti suami tanpa nikah dibandingkan dengan membina rumah tangga yang sah menurut Agama. Apakah hal-hal semacam itu kelak menjalar ke Indonesia ?
Memang kemajuan teknologi tak mungkin dan tidak perlu dibendung. Namun masalahnya, dapatkah pendidikan dalam keluarga yang Islami kita tegakkan ditengah-tengah derasnya arus modernisasi dan gemuruh sekularisasi ? Jawabnya: tergantung ! Apabila kita dapat mengambil segi positif dari kemajuan teknologi serta dapat menegakkan makna keluarga sesuai denga ajaran Islam, maka jawabnya: dapat ! Tetapi apabila kita terhanyut oleh kebudayaan barat sehingga makna keluarga tidak sesuai lagi dengan tuntunan Al Qur’an dan Hadist, istilah muhrim dan dzawil qurba hilang maknanya serta pembagian waris kaum muslimin tidak berdasarkan faraidh melainkan berdasarkan hukum sipil, dan sebagainya, maka jawabnya jelas: kita menjadi muslim nama, tetapi jiwanya Barat.
Wassalamualaikum wr.wb
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Cara Menumbuhkan Rasa Khusyu Dalam Shalat, Semoga Bermanfaat ... 
Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.

Hamba Allah SWT 14:32