Akhirnya Dia Temukan Kebenaran
Assalamualaikum wr.wb
Salman Al-Farisi adalah salah satu dari sekian tokoh Islam yang sangat gigih dalam mencari kebenaran dia pernah berkelana mengelilingi belahan dunia semata-mata karena ingin mencari sebuah keyakinan. Pada mulanya sebelum masuk Islam Salman adalah penganut agama Majusi yang fanatik. Setiap hari dia menyembah api bersama keluarganya mengharapkan kerelaan tuhannya. Sampailah ketika suatu saat dia menyaksikan sekelompok orang beragama Nasrani melakukan sembahyang berbeda dari apa yang dilakukannya. Ketika dia tahu bahwa pusat agama Nasrani adalah kota Syam, segeralah dia berangkat kesana dan bergabung dengan pemuka-pemuka Nasrani setempat. Terakhir ketika gurunya akan tutup usia, dia berpesan, “Wahai Salman, rasanya tidak ada lagi orang yang menjalankan apa yang selama ini kita jalankan. Namun, telah tiba waktunya seorang Nabi diutus oleh Allah dengan membawa agama Ibrahim yang hanif. Dia muncul di sebuah negeri yang terasing dan daerah yang ditumbuhi kurma-kurma yang terletak di antara dua negeri yang tidak berpadang pasir. Nabi itu mempunyai tanda-tanda kenabian yang tidak bisa disembunyikan. Dia tidak mau makan harta sedekah, tetapi mau memakan makanan yang dihadiahkan kepadanya. Diantara kedua bahunya terdapat cap kenabian yang bila engkau lihat, pasti engkau akan mengenalinya”.
Assalamualaikum wr.wb
Salman Al-Farisi adalah salah satu dari sekian tokoh Islam yang sangat gigih dalam mencari kebenaran dia pernah berkelana mengelilingi belahan dunia semata-mata karena ingin mencari sebuah keyakinan. Pada mulanya sebelum masuk Islam Salman adalah penganut agama Majusi yang fanatik. Setiap hari dia menyembah api bersama keluarganya mengharapkan kerelaan tuhannya. Sampailah ketika suatu saat dia menyaksikan sekelompok orang beragama Nasrani melakukan sembahyang berbeda dari apa yang dilakukannya. Ketika dia tahu bahwa pusat agama Nasrani adalah kota Syam, segeralah dia berangkat kesana dan bergabung dengan pemuka-pemuka Nasrani setempat. Terakhir ketika gurunya akan tutup usia, dia berpesan, “Wahai Salman, rasanya tidak ada lagi orang yang menjalankan apa yang selama ini kita jalankan. Namun, telah tiba waktunya seorang Nabi diutus oleh Allah dengan membawa agama Ibrahim yang hanif. Dia muncul di sebuah negeri yang terasing dan daerah yang ditumbuhi kurma-kurma yang terletak di antara dua negeri yang tidak berpadang pasir. Nabi itu mempunyai tanda-tanda kenabian yang tidak bisa disembunyikan. Dia tidak mau makan harta sedekah, tetapi mau memakan makanan yang dihadiahkan kepadanya. Diantara kedua bahunya terdapat cap kenabian yang bila engkau lihat, pasti engkau akan mengenalinya”.
Dalam perjalanan mencari sang Nabi, Salman sempat diperbudak oleh orang-orang Badui. Sampai akhirnya dia dibeli oleh seorang Yahudi dari Bani Qainuqa’ yang kemudian membawanya ke kota Yathrib (kemudian dikenal dengan nama kota Madinah). Salman mengumpulakn sebagian kurma hasil dari upah kerja kerasnya berhari-hari. Kemudian, dia mendatangi sang Nabi yang kala itu tengah berkumpul bersama sejumlah sahabatnya. Katanya, “Saya membawa sbagian kurma yang sudah saya niatkan untuk sedekah. Saya rasa Tuan dan sahabat Tuanlah yang paling berhak untuk menerima sedekah alakadarnya ini dari saya.”
Nabi dan keluarganya menolak harta sedekah itu karena Allah melarangnya menerima sedekah. Akan tetapi, kemudian Nabi memerintahkan para sahabatnya untuk menerima sedekah Saalman. Hari itu Salman telah menemukan bukti dari tanda-tanda kenabian yang dikatakan oleh orang Makkah ini. Hari berikutnya Salman datang lagi dengan membawa segenggam kurma untuk dihadiahkannya pada Nabi. Katanya, “Wahai orang saleh, kemarin Anda menolak sedekah saya, tetapi hari ini saya bawa sbagian kurma sebagai hadiah saya untuk Anda.”
Hari itu Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya memakan kurma hadiah Salman. Kini tinggal satu lagi tanda yang belum terbukti. Tengah Salman mencari celah-celah yang bisa dipandang, tiba-tiba Muhammad membukakan sedikit bajunya sambil berkata, “Wahai Rubaziah, bukankah engkau ingin melihat tanda kenabianku ini ?” Salman kemudian bersimpuh dihadapan Nabi, lalu mengucapkan kalimat syahadatain, berikrar bahwa Tiada Tuhan Melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Setelah menjadi Muslim, Salman dikenal sangat rajin dan giat dalam mempelajari agama Allah. Dia menghirup seluruh ilmu yang dituangkan oleh Nabi kepada para sahabatnya. Begitu berilmunya Salman sehingga Ali bin Abi Thalib memberikan gelar sebagai Luqman Al-Hakim. Ketika Sa’ad bin Abi Waqqas berkunjung kerumahnya pada akhir hayatnya, Sa’ad mendapatinya tengah menangis. Sa’ad bertanya, “Wahai Salman gerangan apa yang membuat Anda menangis ?”
Salman menjawab, “Demi Allah, aku bukan menangis karena takut pada mati atau serakah pada dunia, tetapi karena teringat pesan Rasulullah: hendaklah kalian bersikap pada dunia ini laksana seorang musafir yang membawa bekal sekadarna saja.” Ketika Sa’ad meminta nasihatnya, Salman berkata, “Wahai Sa’ad ingatlah Allah dalam setiap rencanamu; ingatlah Allah dalam setiap keputusan yang kuambil; dan ingatlah Allah setiap kali tanganmu akan membagi hak-hak manusia ...”
Ketika suatu hari Salman menegur Abu Darda’ karena berpuasa setiap hari dan tidak tidur di malam hari, Abu Darda’ berkata, “Wahai Salman, apakah engkau melarangku untuk berpuasa dan salat demi Tuhanku ?” Salman menjawab, “Wahai Abu Darda’, sesungguhnya kedua matamu mempunya hak dan keluargamu juga mempunyai hak terhadapmu. Berpuasalah, tetapi anda juga perlu suatu saat tidak berpuasa; lakukanlah sebanyak mungkin ibadah salat, tetapi Anda juga perlu tidur.” Ketika Nabi saw. mendengar kata-kata Salman kepada Abu Darda’ di atas, beliau bersabda, “Sungguh, Salman telah dikenyangkan oleh Allah dengan ilmu pengetahuan.”
Wassalamualaikum wr.wb
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Hikmah Mahar dalam Agama Islam, Semoga Bermanfaat ...
Kunjungi terus Website infouhuy.blogspot.com - Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..
Nabi dan keluarganya menolak harta sedekah itu karena Allah melarangnya menerima sedekah. Akan tetapi, kemudian Nabi memerintahkan para sahabatnya untuk menerima sedekah Saalman. Hari itu Salman telah menemukan bukti dari tanda-tanda kenabian yang dikatakan oleh orang Makkah ini. Hari berikutnya Salman datang lagi dengan membawa segenggam kurma untuk dihadiahkannya pada Nabi. Katanya, “Wahai orang saleh, kemarin Anda menolak sedekah saya, tetapi hari ini saya bawa sbagian kurma sebagai hadiah saya untuk Anda.”
Hari itu Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya memakan kurma hadiah Salman. Kini tinggal satu lagi tanda yang belum terbukti. Tengah Salman mencari celah-celah yang bisa dipandang, tiba-tiba Muhammad membukakan sedikit bajunya sambil berkata, “Wahai Rubaziah, bukankah engkau ingin melihat tanda kenabianku ini ?” Salman kemudian bersimpuh dihadapan Nabi, lalu mengucapkan kalimat syahadatain, berikrar bahwa Tiada Tuhan Melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Setelah menjadi Muslim, Salman dikenal sangat rajin dan giat dalam mempelajari agama Allah. Dia menghirup seluruh ilmu yang dituangkan oleh Nabi kepada para sahabatnya. Begitu berilmunya Salman sehingga Ali bin Abi Thalib memberikan gelar sebagai Luqman Al-Hakim. Ketika Sa’ad bin Abi Waqqas berkunjung kerumahnya pada akhir hayatnya, Sa’ad mendapatinya tengah menangis. Sa’ad bertanya, “Wahai Salman gerangan apa yang membuat Anda menangis ?”
Salman menjawab, “Demi Allah, aku bukan menangis karena takut pada mati atau serakah pada dunia, tetapi karena teringat pesan Rasulullah: hendaklah kalian bersikap pada dunia ini laksana seorang musafir yang membawa bekal sekadarna saja.” Ketika Sa’ad meminta nasihatnya, Salman berkata, “Wahai Sa’ad ingatlah Allah dalam setiap rencanamu; ingatlah Allah dalam setiap keputusan yang kuambil; dan ingatlah Allah setiap kali tanganmu akan membagi hak-hak manusia ...”
Ketika suatu hari Salman menegur Abu Darda’ karena berpuasa setiap hari dan tidak tidur di malam hari, Abu Darda’ berkata, “Wahai Salman, apakah engkau melarangku untuk berpuasa dan salat demi Tuhanku ?” Salman menjawab, “Wahai Abu Darda’, sesungguhnya kedua matamu mempunya hak dan keluargamu juga mempunyai hak terhadapmu. Berpuasalah, tetapi anda juga perlu suatu saat tidak berpuasa; lakukanlah sebanyak mungkin ibadah salat, tetapi Anda juga perlu tidur.” Ketika Nabi saw. mendengar kata-kata Salman kepada Abu Darda’ di atas, beliau bersabda, “Sungguh, Salman telah dikenyangkan oleh Allah dengan ilmu pengetahuan.”
Wassalamualaikum wr.wb
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Hikmah Mahar dalam Agama Islam, Semoga Bermanfaat ...
Kunjungi terus Website infouhuy.blogspot.com - Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..
