Musibah Merubah Hidupnya | Pengalaman Islami Sejati

Musibah Merubah Hidupnya

Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah kepada Allah swt yang masih memberikan kesempatan pada saya untuk menyelesaikan artikel ini. Artikel yang saya buat ini masih sama dengan artikel sebelumnya yaitu Pengalaman Sejati Hamba Allah swt. mudah-mudahan dengan pengalaman yang di alami oleh hamba Allah ini bisa dijadikan pelajaran atau ikhtibar bagi pembaca setia batararayamedia.com dan juga pembaca lainnya. Langsung saja kita masuk ke penjelasannya. Selamat Membaca..

Peristiwa ini terjadi sudah cukup lama, sekitar 5 tahun yang lalu. Saya sengaja menceritakan disini agar dapat dijadikan pelajaran bagi pembaca maupun bagi diri saya sendiri. Saya memiliki paman (adik dari Ibu) yang bekerja di Jakrta sebagai supir bemo. Alhamdulillah, dari hasil kerjanya sebagai supir, di mampu membiayai istri dan kelima orang anaknya. Anaknya yang pertama baru masuk SMU, kedua SMP, dan ketiga anaknya masih SD. Sejak dulu, pamanku memiliki kebiasaan buruk yang sulit sekali dirubah, yakni gemar bermain judi. Kami sekeluarga sudah berulangkali berusaha mengingatkan dia, namun tidak pernah digubris atau diperhatikan. Bagi dia, yang penting anak dan istrinya tidak pernah kelaparan dan tidak pernah merepotkan orang lain. Ini memang prinsif yang positif. Stiap kali menang judi, dia gunakan untuk membeli barang-barang elektronik di rumahnya. Kalau saya perhatikan, paman memang jarang sekali kalah dalam berjudi, sehingga dia semakin ketagihan. Sampai akhirnya peringatan Allah swt. pun datang. Satu hari sebelum Hari Rya Idul Fitri tahun 1999, paman ku mengalami musibah. Travel yang ditumpanginya mengalami kecelakaan tunggal dalam perjalanan pulang menuju kampung., dan sopirnya melarikan diri. Dari seluruh penumpang, pamanku adalah korban yang mengalami luka paling parah, kak sebelah kiri patah dan kanan retak. Kurang lebih 1.5 tahun, paman harus enanggung resiko tidak bisa berjalan. Satu persatu barang yang dimilikinya terjual untuk biaya pengobatan. Beruntung sekali, istrinya punya usaha dagang kecil-kecilan yang dapat digunakan untuk makan sehari-hari. Untuk biaya sekolah anak-anaknya ditanggung oleh keluarga besar kami secara patungan. Setelah kecelakaan itu, paman mulai sadar akan kesalahannya, dia mengatakan kepada kami, “Mungkin ini peringatan dari Allah swt., agar aku tidak lagi berjudi, barang-barang yang aku beli dari uang haram itu sekarang sudah tidak bersisa untuk biaya pengobatan. Jika aku sembuh nanti, aku berjanji akan mencari uang yang benar-benar halal”.

Alhamdulillah, setelah sembuh dari kelumpuhan (walau kakinya tidak bisa sempurna lagi, agak pincang), paman benar-benar sadar. Sekarang beliau berdagang bersama istrinya dan usahanya sedikit demi sedikit mulai berkembang. Paman sekarang rajin pergi ke masjid, bahkan setiap mau masuk waktu magrib, warungnya ditutup, dan dibuka lagi setelah selesai sholat. Sekarang kedua anaknya sudah ekerja, sehingga bebannya kini semakin ringan. Dari peristiwa itu dapat kita simpulkan, 

“Bahwa sebanyak apapun harta yang kita kumpulkan dari sesuatu yang haram, pada akhirnya tidak akan pernah membawa manfaat”.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Taubat yang Sesungguhnya | Pengalaman Islami Sejati, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..

Hamba Allah SWT 11:34