Segi-segi Universalitas Agama Islam | INFO UHUY

Segi-segi Universalitas Agama Islam

Assalamualaikum wr.wb

Segi Historik

Memperhatikan kelahiran Islam yang di bawakan Nabi Muhammad s.a.w. yang baru diwahyukan untuk pertama kalinya pada dasa warsa pertama abad VII Masehi, maka wajarlah jika Islam sebagai mata rantai terakhir Agama Allah yang diwahyukan kepada pada Rasul-Nya, dinyatakan sebagai agama yang diperuntukkan bagi seluruh umat manusia sepanjang masa. Kebenaran-kebenaran fundamental yang bersifat universal yang pernah diajarkan oleh para Nabi terdahulu dikokohkan, demikian juga nilai-nilai hidup yang bersifat universal dilestarikan. Beberapa norma yang merupakan realisasi dari nilai-nilai universal disesuaikan dengan perkembangan hidup manusia.

Segi Materi Ajaran

Sebagai mata rantai terakhir Agama Allah yang ditujukan kepada seluruh umat manusia sepanjang masa, Islam yang dibawakan Nabi Muhammad s.a.w. memberikan pedoman hidup yang menyeluruh, mencakup semua aspek hidup manusia, baik mengenai kehidupan jasmani maupun ruhani, material maupun spiritual, individual maupun sosial. Secara garis besar, Islam mengajarkan segi ‘aqidah, ibadah, akhlak dan mu’amalat atau kemasyarakatan.  Segi ‘aqidah diajarkan dengan amat terperinci, pasti dan mutlak. Ajaran ‘aqidah islamiyah bersendi pada keyakinan tauhid murni sebagaimana pernah diajarkan oleh semua Rasul Allah. Pintu-pintu kemusyrikan ditutup rapat. Dalam segi ‘aqidah ini penyeleweng –penyelewengan yang terjadi di kalangan umat para Nabi terdahulu dikoreksi diluruskan dan dikembalikan kepada ajaran yang semestinya. Segi ibadat khusus bersumber pada ajaran tauhid uluhiyah sebagaimana pernah diajarkan oleh para Nabi sebelumnya.  Tetapi caranya disempurnakan sesuai dengan perkembangan hidup manusia. Ajaran Akhlak Islamiyah bersifat absolut, tidak berdasarkan nilai-nilai relatif situasional dan kondisional. Manusia tidak pernah diberi hak mengklaim perubahan nilai-nilai akhlak sesuai perkembangan hidup dalam kontek ruang dan waktu. Ajaranmu’amalat hanya beberapa yang bersifat terperinci, seperti dalam kehidupan keluarga. Dalam bidang mu’amalat maliyah pada umumnya diberikan pedoman yang bersifat global guna memungkinkan menampung perkembangan-perkembangan baru dalan kehidupan masyarakat. Manusia diberi kesempatan untuk mengembangkan bidang mu’amalat dengan jalan ijtihad, berpedoman pada jiwa ajaran al-Qur’an dan Sunnah. Dalam bidang yang dilarang syara’, suka-rela, menarik manfaat dan menghindarkan madharat, keseimbangan antara hak dan wajib, mengutamakan kepentingan masyarakat jika keadaan menghendaki dan keadilan.

Segi Sumber Ajaran

Sumber-sumber ajran Islam adalah Qur’an dan Sunnah. Dalam banyak hal realisasi ajaran al-Qur’an dan Sunnah memerlukan pemikiran-pemikiran, lebih-lebih dalam hal-hal yang memang tidak disebutkan dalam kedua sumber tersebut. Dari sini dapat dikatakan bahwa Islam memberi tempat kepada akal demikian tingginya untuk mengembangkan realisasi ajaran-ajaran al-Qur’an dan Sunnah, sehingga dapat dikatakan bahwa akal dipandang sebagai sumber ajaran Islam ketiga setelah al-Qur’an dan Sunnah. Memberi tempat kepada akal untuk menjadi salah satu sumber ajaran Islam tersebut menjadikan Islam sebagai agama yang selalu relevan dengan perkembangan kehidupan manusia dalam sejarahnya.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Apakah benar ISLAM agama yang Universal ?, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.

Hamba Allah SWT 14:01