Memahami Makna Hakikat Tauhid
Assalamualaikum wr.wb
Pembahasan tauhid merupakan salah satu bidang ilmu yang menjadi garapan serius kaum sufi. Bagaimana tidak, tauhid merupakan landasan pokok bagi setiap umat Islam. Tak salah apabila rukun Islam pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat, yakni pengakuan keimanan seorang Muslim. Artinya bukan sekedar penagasan atas keberadaan Tuhan, tetapi sebuah pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya realitas sejati. Pada akhirnya, dengan mengucapkan penegasan ini menurut umat muslim untuk menyatukan kehidupan mereka dengan menjadikan Allah sebagai sasaran dan prioritas tunggal mereka.
Dalam Surah Al-A’raf ayat 172 telah diinformasikan bahwa manusia sudah berikrar kepada Allah sebelum ia dilahirkan, sebagaimana firman-Nya: “Bukankah Aku ini Tuhanmu ?. Kemudian dengan tegas dijawab, “Betul, kami bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan Kami”. Dari sinilah kita ketahui, manusia yang lahir ke dunia telah dibekali tauhid oleh Sang Pencipta. Namun setelah lahir, lingkungan sekitar sangat mempengaruhi akidah sang bayi, terutama kondisi orang tuanya. Keterangan demikian dipertegas oleh sabda Rasulullah: “Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), kedua orang tuanyalah yang menyebabkan anak itu menjadi Yahudi,Nasrani atau Majusi”. (Al-Hadits)
Keesaan Allah tidak hanya keesaan pada dzat-Nya, tapi juga esa pada sifat dan af’al-Nya (perbuatan). Arti esa pada dzat ialah dzat Allah itu tidak tersusun dari beberapa bagian. Esa pada sifat berarti sifat Allah tidak sama dengan sifat-sifat yang lain dan tidak seorangpun mempunyai sifat sebagaimana sifat Allah. Sedang esa pada af’al berarti tidak ada seorang pun yang memiliki perbuatan sebagaiman perbuatan Allah;. Ia Maha Esa dan menyendiri dalam hal menciptakan, membuat, mewujudkan serta membentuk sesuatu. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam memerintah.
Assalamualaikum wr.wb
Pembahasan tauhid merupakan salah satu bidang ilmu yang menjadi garapan serius kaum sufi. Bagaimana tidak, tauhid merupakan landasan pokok bagi setiap umat Islam. Tak salah apabila rukun Islam pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat, yakni pengakuan keimanan seorang Muslim. Artinya bukan sekedar penagasan atas keberadaan Tuhan, tetapi sebuah pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya realitas sejati. Pada akhirnya, dengan mengucapkan penegasan ini menurut umat muslim untuk menyatukan kehidupan mereka dengan menjadikan Allah sebagai sasaran dan prioritas tunggal mereka.
Dalam Surah Al-A’raf ayat 172 telah diinformasikan bahwa manusia sudah berikrar kepada Allah sebelum ia dilahirkan, sebagaimana firman-Nya: “Bukankah Aku ini Tuhanmu ?. Kemudian dengan tegas dijawab, “Betul, kami bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan Kami”. Dari sinilah kita ketahui, manusia yang lahir ke dunia telah dibekali tauhid oleh Sang Pencipta. Namun setelah lahir, lingkungan sekitar sangat mempengaruhi akidah sang bayi, terutama kondisi orang tuanya. Keterangan demikian dipertegas oleh sabda Rasulullah: “Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), kedua orang tuanyalah yang menyebabkan anak itu menjadi Yahudi,Nasrani atau Majusi”. (Al-Hadits)
Keesaan Allah tidak hanya keesaan pada dzat-Nya, tapi juga esa pada sifat dan af’al-Nya (perbuatan). Arti esa pada dzat ialah dzat Allah itu tidak tersusun dari beberapa bagian. Esa pada sifat berarti sifat Allah tidak sama dengan sifat-sifat yang lain dan tidak seorangpun mempunyai sifat sebagaimana sifat Allah. Sedang esa pada af’al berarti tidak ada seorang pun yang memiliki perbuatan sebagaiman perbuatan Allah;. Ia Maha Esa dan menyendiri dalam hal menciptakan, membuat, mewujudkan serta membentuk sesuatu. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam memerintah.
Tuhan yang tunggal ini bukanlah suatu wujud seperti dirikita sendiri yang dapat kita ketahui dan kita pahami. Tuhan yangtidak bisa dipahami dan dijangkau ini telah berkehendak untuk membuat dirinya diketahui. Di dalam sebuah hadis qudsi, Allah swt. berfirman kepada Nabi Muhammad: “Aku adalah perbendaharaan tersembunyi; Aku ingin dikenal. Kemudian aku ciptakan alam agar Aku bisa dikenal. Dengan merenungkan tanda-tanda alam dan ayat-ayat al-Qur’an, kaum muslim dapat memperoleh kilasan aspek keilahian yang telah dituangkan di alam semesta, yang oleh al-Qur’an disebut sebagai wajah Allah (wajh Allah)”.
Seorang muslim walaupun dalam fitrahnya ada pengetahuan tentang Allah, tetapi dengan merenungkan dan memikirkan makhluk-makhluk-Nya, akan menambah kuat keimanan dan keyakinan kepada penciptanya. Islam menekankan bahwa kita hanya bisa meliahat Tuhan melalui aktivitasnya yang menyesuaikan wujudnya yang tak terlukiskan itu dengan pemahaman kita yang terbatas. Al-Qur’an memerintahkan kaum muslim untuk menanamkan kesadaran yang tak terputus tentang wajah atau zat Allah yang melingkupi mereka dari semua sisi: “kemanapun engkau berpaling, maka disana akan ada wajah Allah”. (Al-Baqarah: 177)
Intinya adalah keyakinan bahwa Allah adalah Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Allah. Menyangkut tujuan tersebut, dengan sangat gamblang Surat Al-Ikhlas ayat 1-4 menyebutkan: “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”
Wassalamualaikum wr.wb
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Tips Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh, Semoga Bermanfaat ...
Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Seorang muslim walaupun dalam fitrahnya ada pengetahuan tentang Allah, tetapi dengan merenungkan dan memikirkan makhluk-makhluk-Nya, akan menambah kuat keimanan dan keyakinan kepada penciptanya. Islam menekankan bahwa kita hanya bisa meliahat Tuhan melalui aktivitasnya yang menyesuaikan wujudnya yang tak terlukiskan itu dengan pemahaman kita yang terbatas. Al-Qur’an memerintahkan kaum muslim untuk menanamkan kesadaran yang tak terputus tentang wajah atau zat Allah yang melingkupi mereka dari semua sisi: “kemanapun engkau berpaling, maka disana akan ada wajah Allah”. (Al-Baqarah: 177)
Intinya adalah keyakinan bahwa Allah adalah Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Allah. Menyangkut tujuan tersebut, dengan sangat gamblang Surat Al-Ikhlas ayat 1-4 menyebutkan: “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”
Wassalamualaikum wr.wb
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Tips Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh, Semoga Bermanfaat ...
Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
