Petunjuk Allah swt. Melalui Mimpi Nabi Yusuf as. Kekasih Allah
Assalamualaikum wr.wb
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu petunjuk Allah swt. melalui mimpi para Nabi Allah. Kali ini saya akan menjelaskan artikel tentang petunjuk Allah swt. melalui mimpi Nabi Yusuf as. Kekasih Allah. Hidup ini, hakekatnya adalah menentukan pilihan dari sekian banyak alternatif pilihan. Bagi mereka yang berzikir, ia akan memilih pada pilihan terbaik, positif-konstruktif menurut syari’ah. Dari mimpi, semoga menjadi al-mubasyirah (mimpi yang benar) seorang mukmin, sebagaimana pernah dinyatakan hadist shahih, riwayat Imam Bukhari-Muslim bahwa mimpi yang benar itu 1/46 bagian dari kenabian.
Seorang Yusuf as., ia memilih menerima takdir Allah apapun yang terjadi, karena isyarat kemuliaan telah ia peroleh melalui mimpi sebelas bintang, matahari dan bulan yang sujud padanya.
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa awal perjalanan Nabi Yusuf as. Adalah mimpi (Q.S Yusuf: 4-5). Selanjutnya, karir beliau terangkat menjadi bendahara negara dengan kemampuannya sebagai pentakwil mimpi (Q.S Yusuf: 6 dan 43-49). Kisah ini amat menarik sebagai pelajaran bagi kita. Kisahnya betapa seorang Yusuf bin Ya’kub (Israil nama lain dari Ya’kub), cicit Nabi Ibrahim ini meyakini kekuasaan Allah melalui isyarat mimpinya itu. Dari mimpi tersebut, ia menentukan pilihan untuk bersabar menerima perlakuan keji saudara-saudaranya yang hasud (dengki) padanya. Berawal dari pembuangan di dalam sumur, beliau di perjual-belikan dan akhirnya ia dibeli oleh lihak istana. Akhirnya, beliau tinggal di istana sebagai anak muda yang tampan rupawan dan sangat disayang oleh sang tuan (al-Azis dan istrinya).
Akibat wajahnya yang tampan, istri al-Azis jatuh cinta padanya dan berusaha merayunya untuk melakukan mesum, tetapi ia gagal karena nabi Yusuf as. Menolaknya (lihat Q.S Yusuf: 53). Karena perbuatan keji ini diketahui al-Azis, ia menuduh nabi Yusuf as memaksanya melakukan mesum bersama istrinya. Namun, nabi Yusuf tetap bersabar dengan fitnah itu. Sebaliknya, demi menyelamatkan nama baik keluarga al-Azis, beliau berdo’a, “Ya Rabbi, penjara lebih aku cintai dari pada menuruti bujuk rayu mereka (para wanita)....” (Q.S Yusuf: 33).
Nabi Yusuf hidup dalam penjara bertahun-tahun. Dari sinilah, awal kesuksesannya menata karir. Beliau dipilih oleh Allah sebagai Nabi dan sebagai bendahara negara yang sangat dipercaya. Beliau menjadi orang yang terkenal dan terangkat derajatnya. Subhanallah. Ini terjadi karena baliau sangat sabar dan yakin akan isyarat mimpi dari Allah swt. yang tak kalah pentingnya, beliau memilih suara hatinya buakn suara nafsunya. Contohnya hatinya menolak maksiat mesum, meskipun nafsunya memaksa untuk melakukannya. Inilah pengakuan jujur belia, “Dan aku tidak mampu membebaskan nafsuku. Sungguh nafsu itu mengajak pada buruk kecuali jika Rabbi-ku memberi rahmat ...” (Q.S Yusuf: 53)
“Semoga kita semua termasuk orang yang melukis hidup ini dengan mimpi indah dengan Syari’ah Allah. Kalaupun dalam mimpi ini kita harus memilih berbagai pilihan, kita mohon semoga pilihan itu mendapat bimbingan Allah swt. karena itu, mari kita menentukan pilihan yang tepat sebagaimana yang pernah dilakukan dua nabi Allah; Ibrahim dan Yusufas. Amin, Ya Mujib al-Salim. Wallahu’alam bil shawab”.
Wassalamualaikum wr.wb
Assalamualaikum wr.wb
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu petunjuk Allah swt. melalui mimpi para Nabi Allah. Kali ini saya akan menjelaskan artikel tentang petunjuk Allah swt. melalui mimpi Nabi Yusuf as. Kekasih Allah. Hidup ini, hakekatnya adalah menentukan pilihan dari sekian banyak alternatif pilihan. Bagi mereka yang berzikir, ia akan memilih pada pilihan terbaik, positif-konstruktif menurut syari’ah. Dari mimpi, semoga menjadi al-mubasyirah (mimpi yang benar) seorang mukmin, sebagaimana pernah dinyatakan hadist shahih, riwayat Imam Bukhari-Muslim bahwa mimpi yang benar itu 1/46 bagian dari kenabian.
Seorang Yusuf as., ia memilih menerima takdir Allah apapun yang terjadi, karena isyarat kemuliaan telah ia peroleh melalui mimpi sebelas bintang, matahari dan bulan yang sujud padanya.
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa awal perjalanan Nabi Yusuf as. Adalah mimpi (Q.S Yusuf: 4-5). Selanjutnya, karir beliau terangkat menjadi bendahara negara dengan kemampuannya sebagai pentakwil mimpi (Q.S Yusuf: 6 dan 43-49). Kisah ini amat menarik sebagai pelajaran bagi kita. Kisahnya betapa seorang Yusuf bin Ya’kub (Israil nama lain dari Ya’kub), cicit Nabi Ibrahim ini meyakini kekuasaan Allah melalui isyarat mimpinya itu. Dari mimpi tersebut, ia menentukan pilihan untuk bersabar menerima perlakuan keji saudara-saudaranya yang hasud (dengki) padanya. Berawal dari pembuangan di dalam sumur, beliau di perjual-belikan dan akhirnya ia dibeli oleh lihak istana. Akhirnya, beliau tinggal di istana sebagai anak muda yang tampan rupawan dan sangat disayang oleh sang tuan (al-Azis dan istrinya).
Akibat wajahnya yang tampan, istri al-Azis jatuh cinta padanya dan berusaha merayunya untuk melakukan mesum, tetapi ia gagal karena nabi Yusuf as. Menolaknya (lihat Q.S Yusuf: 53). Karena perbuatan keji ini diketahui al-Azis, ia menuduh nabi Yusuf as memaksanya melakukan mesum bersama istrinya. Namun, nabi Yusuf tetap bersabar dengan fitnah itu. Sebaliknya, demi menyelamatkan nama baik keluarga al-Azis, beliau berdo’a, “Ya Rabbi, penjara lebih aku cintai dari pada menuruti bujuk rayu mereka (para wanita)....” (Q.S Yusuf: 33).
Nabi Yusuf hidup dalam penjara bertahun-tahun. Dari sinilah, awal kesuksesannya menata karir. Beliau dipilih oleh Allah sebagai Nabi dan sebagai bendahara negara yang sangat dipercaya. Beliau menjadi orang yang terkenal dan terangkat derajatnya. Subhanallah. Ini terjadi karena baliau sangat sabar dan yakin akan isyarat mimpi dari Allah swt. yang tak kalah pentingnya, beliau memilih suara hatinya buakn suara nafsunya. Contohnya hatinya menolak maksiat mesum, meskipun nafsunya memaksa untuk melakukannya. Inilah pengakuan jujur belia, “Dan aku tidak mampu membebaskan nafsuku. Sungguh nafsu itu mengajak pada buruk kecuali jika Rabbi-ku memberi rahmat ...” (Q.S Yusuf: 53)
“Semoga kita semua termasuk orang yang melukis hidup ini dengan mimpi indah dengan Syari’ah Allah. Kalaupun dalam mimpi ini kita harus memilih berbagai pilihan, kita mohon semoga pilihan itu mendapat bimbingan Allah swt. karena itu, mari kita menentukan pilihan yang tepat sebagaimana yang pernah dilakukan dua nabi Allah; Ibrahim dan Yusufas. Amin, Ya Mujib al-Salim. Wallahu’alam bil shawab”.
Wassalamualaikum wr.wb
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang DOA yang Paling Baik dan UTAMA, Semoga Bermanfaat ...
Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..
Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..
