11 Jam Siksa Narkoba Membuatku Sadar | Pengalaman Islami Sejati

11 Jam Siksa Narkoba Membuatku Sadar

assalamualaikum wr.wb

Asliku orang Jawa Tengah, Brebes Bumiayu. Aku dilahirkan dari kalangan orang tidak mampu, sekolahpun putus ditengah jalan. Apa daya tangan tak sampai? Mau jadi apa nanti aku...? (dalam pikiranku waktu itu). Dengan mengikuti trend zaman itu, aku mengadu nasib ke ibukota Jakarta, mengikuti teman-temanku yang sudah lebih dulu merantai. Dengan gaya khasnya bila pulang dari Jakrta, mereka langsung berpakaian lecis pakaian necis, serba levis, berkantong tebal, dan langsung beli mebel (kursi) baru. Itulah yang membuatku tertarik untuk merantau ke Jakarta.

Setelah tiba di Jakarta, tepatnya di Cawang, Jakarta Timur, aku bekerja di sebuah toko. Aktivitasku mulai berbeda dengan apa yang di kampung. Dulu sering sholat, ngaji, sekarang sudah tidak lagi dilakukan dengan alasan sibuk, lebih-lebih lingkungan pun sangat penuh dengan narkoba. Mungkin dengan modal iman yang tipis dan pendidikan yang kurang memadai, akhir-akhirnya aku terjebak masuk ke dunia narkoba. Setiap toko atau tempat kerjaku tutup, aku selalu minum-minuman beralkohol hingga ganja dan obat-obatan terlarang, hasil patungan dari teman-teman lingkungan. Kebiasaan ini berlanjut hingga dua tahun amanya.

Pada suatu hari, tepatnya jam 11 siang, tokoku sepi, dan bosku pun tidak ada. Aku hanya sendiri, orang yang belanjapun tidak ada. Tiba-tiba aku teringat dengan sisa simpana cimenk (lintingan ganja), hingga akhirnya aku langsung menghisapdengan santainya, bahakn aku sempat memanggil teman sebelah tokoku untuk ikut menghisap barang haram itu. Setelah temanku pulang, tiba-tiba dunia ini terasa gelap (padahal menurut pikiran yang sehat, waktu itu masih jam 3 siang). Aku merasakan gonjang-ganjing tidak karuan, aku langsung mengambil jemuran bajuku yang berada di luar dan menutup toko. Teman-temanku menanyakan padaku, “ko ditutup ?” aku jawab, “sudah malam nich...ngantuk.” setelah masuk ke tempat tidur, badanku mulai panas, kepalaku serasa mau pecah. Aku berusaha untuk tidur, tapi baru saja kepala kuletakan diatas bantal, mendadak aku seperti dikejar-kejar polisi, ditangkap oleh orang sekampung, digebukin, dan dibikin seperti perkedel.

Setelah sadar dan setengah takut, tiba-tiba aku bangun dan mengambil radio. Aku putar volume sekeras-sekerasnya, tanpa tahu apa lasan berisik atau apa, dan tiba-tiba aku langsung banting radio itu. Suhu badanku bertambah panas, terutama pada detak jantungku seperti tebakar, serasa tak bisa dihitung suhu badan sudah berapa derajat, aku langsung meredamkan diri di kolam (bak mandi) yang berukuran 2x1 M selama 2 jam. Aku menangis dan mengomel sendiri (berbicara sendiri). “Ampun-ampun, aku kapokkk...!”

Setelah merasa dingin, aku keluar dari kamar mandi, dan ganti baju lalu berniat untuk merebahakan badanku yang sudah lelah di atas tempat tidur. Baru mau menutup mata, tiba-tiba badanku menggigil seperti cacing kepanasan. Aku berteriak sekeras-kerasnya dan minta tolong kepada siapa saja yang mendengar teriakanku. Tetapi, tak satupun orang yang mendengar dan menolong.

Nyawaku serasa mau dicabut dari badanku oleh Malaikat pencabut nyawa, aku berteriak sekuat-kuatnya. Malaikat pun tak peduli dengan teriakanku, tangisku, bahkan lebih sadis menyiksaku dan menarik nyawaku. Sangat sakit rasanya, bila dibandingkan seperti ada 48 jenis penyakit di jadikan satu. Itulah yang aku rasakan. Masya Allah.

Aku belum sempat membaca dua kalimat syahadat, tapi malaikat sudah tidak sabar lagi untuk mencabut nyawaku. Tidak dikasih kesempatan lagi. Dan tiba-tiba aku sudah tidak ingat apa-apa lagi. Tepatnya jam di dindingku menunjukkan jam 12 malam, aku sadar dari tidurku. Namun, betapa kagetnya aku, seisi ruang kamarku seperti kapal pecah, berantakan. Aku langsung menangis dan meminta ampunan Allah swt., dan saat itu juga aku bertaubat. Hidayah yang aku rasakan saat ini adalah, bila mana aku mencium bau minuman keras ataupun sejenisnya aku langsung lari atau trauma dengan siksaan yang hanya 11 jam itu, yakni dari jam 11 siang sampai jam 12 malam yang menurutku sangat menyiksa. Padahal, ini baru hukuman di dunia, apalagi nanti di akhirat kelak. Wallahu a’lam. Maha SuciAllah dari segala kehendakmu. Semoga kisah ku ini menjadi renungan bagi saya dan pembaca sekalian.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Petunjuk Allah SWT Melalui Mimpi Para Nabi Allah SWT, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami ..

Hamba Allah SWT 11:24